Pemkab Belitung Timur Jamin Kualitas Daging Beku Impor Lewat Pengawasan Ketat

Pendistribusian 18,7 ton daging beku yang direncanakan sekitar 9-13 Maret kepada masyarakat Belitung Timur (Beltim) semakin dekat

Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha
DAGING BEKU - Uji kualitas terhadap sampel daging beku impor yang dilakukan tahun lalu di lokasi distribusi Kantor Camat Manggar. Selasa (10/3/2026) Plt. Kepala Distangan Beltim, Heru Indramarta menyebut langkah ini akan dilakukan kembali di tahun ini untuk memastikan 18,7 ton daging beku yang akan didistribusikan kepada masyarakat tetap terjaga nutrisinya dan memenuhi standar menjelang Idulfitri 1447 H. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pendistribusian 18,7 ton daging beku yang direncanakan sekitar 9-13 Maret kepada masyarakat Belitung Timur (Beltim) semakin dekat. 

Berkaca dari tahun sebelumnya, harga daging beku yang beredar memiliki selisih yang cukup besar daripada daging segar, yakni mencapai Rp40 ribu per kilogram. 

Meski begitu, masih terdapat satu pertanyaan yang terus menerus muncul setiap tahunnya. Hal itu mengenai jaminan kualitas dibalik harganya yang miring.

Menjawab keraguan tersebut, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur, Heru Indramarta angkat bicara mengenai standar kualitas daging beku yang akan didistribusikan melalui kerja sama dengan Bulog.

Heru mengatakan daging beku yang didatangkan dari Australia, Selandia Baru hingga Brazil ini melalui proses seleksi yang ketat sebelum sampai ke konsumen.

Heru mengonfirmasi bahwa daging beku tersebut memang belum didistribusikan ke masyarakat Belitung Timur.

Pasokan ini dijadwalkan baru akan dilepas ke masyarakat saat momen puncak menjelang Idul Fitri tiba.

"Kalau sekarang kondisinya memang belum ada, belum kita distribusikan. Nanti pada saatnya nanti, baru akan kita datangkan dan sebar ke masyarakat," ujarnya Selasa (10/3/2026), 

Penundaan distribusi ini juga bagian dari strategi pengawasan.

Pemerintah ingin memastikan saat daging sampai ke tangan warga, kondisinya masih dalam keadaan segar dan rantai dinginnya (cold chain) tidak terganggu oleh penyimpanan yang terlalu lama di tingkat pengecer.

Heru menjelaskan bahwa lapis pertama pengawasan dilakukan oleh Badan Karantina Nasional sejak daging tersebut masuk ke pintu importir di Jakarta.

Di sana aspek kesehatan para veteriner hingga kehalalannya sudah dicek total.

Dinas Pertanian dan Pangan Beltim akan tetap melakukan pemantauan ulang saat pasokan tiba nanti. 

"Kita harus melihat lagi kondisi fisiknya. Dalam proses pengiriman dari Jakarta ke daerah tujuan, bisa saja terjadi ketidaksesuaian SOP, itu yang kita jaga," ucap Heru.

Satu di antara kunci utama kualitas daging beku adalah konsistensi suhu. Heru menjelaskan bahwa suhu penyimpanan harus stabil untuk menjaga nutrisi di dalam daging tetap utuh dan tidak rusak.

"Kita cek suhunya. Jangan sampai dagingnya sudah sempat mencair atau lembek, kemudian dibekukan lagi. Itu jelas akan merusak kualitas dan teksturnya," ungkapnya.

Aspek kehalalan juga menjadi perhatian utama pemerintah kabupaten mengingat mayoritas konsumen adalah umat muslim yang sangat memperhatikan syariat dalam mengonsumsi daging.

"Dokumen-dokumen kehalalan itu mutlak. Kita pastikan daging impor ini aman secara medis dan juga halal secara syariat," ujar Heru.

Heru juga mematahkan mitos mengenai daging beku kurang bergizi dibandingkan daging segar. Ia mengatakan selama proses pembekuan dilakukan dengan benar sejak di rumah potong asal, nutrisinya tetap terjaga.

"Dari sisi nutrisi, daging beku ini tidak kalah dengan daging segar. Yang penting masyarakat tahu cara menanganinya setelah dibeli nanti," ucapnya.

Heru membagikan tips kepada para ibu rumah tangga dimana saat mulai didistribusikan nanti, pastikan daging masih dalam kondisi beku sempurna saat dibeli di pasar atau toko ritel. Hindari memilih daging yang kemasannya sudah rusak.

"Jangan pilih yang sudah lembek di dalam freezer. Itu tandanya suhunya sudah berubah dan kualitasnya sudah mulai menurun," ungkapnya.

Pemerintah ingin memastikan warga tidak hanya mendapatkan pilihan harga yang murah, tetapi juga mendapatkan asupan protein yang sehat bagi keluarga di hari kemenangan nanti.

Pengawasan ini juga mencakup pengecekan tanggal kedaluwarsa pada kemasan daging beku impor tersebut guna menjamin keamanan jangka panjang bagi warga lokal.

Dengan jaminan keamanan dan kualitas ini, diharapkan keraguan masyarakat terhadap daging beku perlahan memudar dan menjadikannya alternatif konsumsi yang lazim.

"Intinya, pemerintah hadir untuk menjamin apa yang dimakan warga itu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Tunggu saja saat distribusinya nanti," tutup Heru.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved