Berita Belitung Timur

Distribusi Daging Beku di Beltim Libatkan Bulog hingga RT, Tiga Tahun Berjalan Lancar

Distribusi daging sapi beku di Belitung Timur melibatkan Bulog, PT Pos, hingga RT. Skema ini dinilai efektif dan berjalan lancar selama tiga ...

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
DAGING SAPI BEKU -- Truk pengangkut daging sapi beku yang tiba di Belitung Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Suparta selaku perwakilan pemerintahan daerah, Selasa (17/3/2026) mengatakan bahwa Pemda membatasi titik antar resmi hingga kecamatan guna menjaga efisiensi waktu sebelum kemudian didistribusikan oleh pihak pemerintah desa ke tangan pemesan. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Proses distribusi daging sapi beku program pemerintah di Kabupaten Belitung Timur ternyata melalui rantai penyaluran yang cukup panjang sebelum sampai ke tangan masyarakat. Skema ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari Badan Urusan Logistik (Bulog), PT Pos Indonesia, hingga aparatur desa dan pengurus rukun tetangga (RT).

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja DisnakerkopUKM Belitung Timur, Suparta, menjelaskan bahwa distribusi diawali dari Bulog sebagai penyedia stok, kemudian disalurkan melalui PT Pos Indonesia untuk proses pengiriman.

"Alurnya memang dari Bulog, disalurkan lewat Kantor Pos. Dari titik ini, daging-daging tersebut kemudian dikirimkan menuju masing-masing kecamatan di wilayah Belitung Timur," ujarnya, Selasa (17/3/2026).

Pihak pemerintah daerah membatasi pengantaran resmi hanya sampai pada titik koordinasi di tingkat kecamatan. Hal ini dilakukan untuk menjaga efisiensi waktu mengingat kondisi geografis antar desa yang cukup berjauhan.

"Jadi kita batas pengantarannya hanya sampai kecamatan saja. Dari titik itulah kemudian pihak pemerintah desa (Pemdes) mengambil peran untuk menjemput bola," ucap Suparta.

Setelah sampai di kecamatan, pihak desa akan mengambil kuota sesuai dengan data pemesan yang telah masuk. Di sinilah peran para aparatur desa dan ketua RT menjadi sangat krusial sebagai ujung tombak pendistribusian.

Para pengurus desa membawa daging-daging beku tersebut menuju kantor desa atau titik distribusi yang telah disepakati.

Daging yang didistribusikan lewat Pemdes ini langsung diserahkan kepada masyarakat yang namanya sudah masuk dalam daftar pemesan. Mekanisme ini dianggap paling efektif karena pihak desa dan RT lah yang paling mengenal kondisi rumah tangga warganya.

Terakhir, Suparta menjelaskan bahwa sejauh ini alur distribusi yang sudah berjalan selama tiga tahun terakhir dinilai cukup lancar. Tidak ada kendala berarti yang sekiranya menghambat ketersediaan untuk para pemesan.

"Alhamdulillah, sudah tiga tahun ini kita semua lancar-lancar saja kan," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved