Berita Belitung Timur

Pencarian Pemancing Hilang di Selat Karimata Masuki Hari Ketiga, Area Penyisiran Diperluas

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga 61 nautical mile dalam operasi pencarian Haris Sukhatno, pemancing asal...

Tayang:
Istimewa/ dok Danpos SAR Belitung
APEL PERSIAPAN - Personel Tim SAR Gabungan saat briefing sebelum bertolak melakukan pencarian hari ketiga terhadap korban Haris Sukhatno (44) di Perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (19/5/2026) pagi. Penambahan personel dilakukan hingga jadi 18 orang guna mempercepat proses pelacakan di laut. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Operasi pencarian terhadap Haris Sukhatno (44), pemancing asal Desa Jangkang, Dendang, Kabupaten Kepulauan Bangka Belitung yang dilaporkan hilang setelah jatuh dari Kapal Feliana 01 di Perairan Selat Karimata, resmi memasuki hari ketiga, Selasa (19/5/2026).

Hingga Selasa siang, upaya pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan masih belum membuahkan hasil. Tim terus melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan guna menemukan korban yang diduga tenggelam akibat terseret arus laut.

Komandan Pos SAR Belitung, Indra Prasta mengatakan area pencarian kini diperluas secara signifikan hingga mencakup wilayah seluas 61 nautical mile (NM).

Penyisiran pada hari ketiga dimulai sejak pukul 07.00 WIB menggunakan metode Parallel Search Pattern atau pola pencarian sejajar dengan memanfaatkan armada kapal nelayan.

"Hari ini tim bergerak melintasi koordinat LKP dengan pola sejajar. Ini dirasa paling efektif untuk memindai permukaan laut Selat Karimata," ujar Indra.

Berdasarkan data kronologi awal yang dihimpun, musibah ini bermula saat Kapal Feliana 01 bertolak dari Pelabuhan Rakyat Desa Baru Manggar menuju lokasi memancing pada Minggu, 17 April dini hari.

Sekitar pukul 05.30 WIB, kapal tiba di lokasi dan mematikan mesin. Sesaat kemudian, korban terlihat berjalan ke arah buritan kapal hingga akhirnya terpeleset jatuh ke laut.

APEL PERSIAPAN - Personel Tim SAR Gabungan saat briefing sebelum bertolak melakukan pencarian hari ketiga terhadap korban Haris Sukhatno (44) di Perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (19/5/2026) pagi. Penambahan personel dilakukan hingga jadi 18 orang guna mempercepat proses pelacakan di laut.
APEL PERSIAPAN - Personel Tim SAR Gabungan saat briefing sebelum bertolak melakukan pencarian hari ketiga terhadap korban Haris Sukhatno (44) di Perairan Selat Karimata, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (19/5/2026) pagi. Penambahan personel dilakukan hingga jadi 18 orang guna mempercepat proses pelacakan di laut. (Istimewa/ dok Danpos SAR Belitung)

Rekan korban yang berada di kamar mesin sempat mendengar teriakan dan langsung keluar untuk melakukan pertolongan, namun tubuh korban sudah tidak lagi terlihat di permukaan air. Alhasil korban diduga langsung tenggelam akibat terseret arus ke bawah badan kapal yang saat itu sedang terombang-ambing di tengah laut.

"Informasi awal kejadian masuk siang harinya, dan tim kami langsung bertolak menuju titik lokasi guna memulai pencarian," ucap Indra.

Adapun kekuatan personel yang dikerahkan di hari ketiga ini terpantau mengalami penambahan jika dibandingkan saat awal operasi. Hal ini dilakukan guna mempercepat proses penemuan korban.

Jika pada hari pertama tim hanya berkekuatan 12 personel, kini sebanyak 18 personel gabungan diterjunkan ke laut, meliputi unsur Pos SAR Belitung, Unit Siaga SAR (USS) Tanjungpandan, TNI AL Belitung Timur, Ditpolairud Polda Babel, BPBD, serta 4 nelayan lokal.

Indra menyebut situasi gelombang laut di Selat Karimata sebenarnya sudah jauh lebih bersahabat, yakni turun ke angka 0,2 meter dengan kecepatan angin 3 knot menuju barat.

"Kondisi tinggi gelombang hari ini jauh lebih landai dibanding hari pertama yang mencapai 1 meter. Namun, tantangan utama di lapangan masih pada faktor cuaca yang tidak menentu," ungkapnya.

Terakhir, Indra menyebut bahwa tim SAR gabungan akan terus berusaha untuk melakukan operasi ini. Apalagi, melihat keluarga korban yang sampai saat ini masih sering bertanya membuat mereka semakin berkomitmen untuk melakukan pencarian. 

"Jika nanti ditemukan, korban akan langsung dievakuasi menuju RSUD Muhammad Zein Belitung Timur," tutupnya. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved