Berita Belitung Timur
Pulau Keran, Surga Tersembunyi di Belitung Timur yang Cocok untuk Healing dan Camping
Pulau Keran di Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur, menawarkan pesona alam yang masih alami dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan..
Penulis: Kautsar Fakhri Nugraha | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Suara mesin perahu motor perlahan berganti dengan deburan ombak dan hembusan angin laut saat rombongan wisatawan mendekati sebuah pulau kecil di perairan Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ).
Pulau tersebut adalah Pulau Keran, destinasi wisata alam yang masih mempertahankan keaslian lingkungannya karena belum berpenghuni dan minim sentuhan modernisasi.
Bagi Monic (25), wisatawan lokal asal Belitung Timur, perjalanan menuju Pulau Keran menjadi pengalaman menyenangkan untuk melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Kemarin, Minggu (24/5/2026), ia bersama keluarganya memilih menghabiskan waktu dengan camping dan memancing di pulau kecil tersebut.
Destinasi yang mereka tuju adalah Pulau Keran, sebuah pulau kecil terpencil yang terletak di kawasan perairan Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Pulau ini merupakan satu di antara wisata yang masih mempertahankan keasliannya secara utuh.
Pulau Keran menyuguhkan pemandangan alami yang belum tersentuh oleh modernisasi. Hal ini dikarenakan pulau tersebut adalah pulau tak berpenghuni.
Keberadaan Pulau Keran pun menjadi solusi bagi para pencinta petualangan alam terbuka yang mendambakan suasana sepi, tenang, dan jauh dari perkotaan.
Adapun untuk bisa menginjakkan kaki di atas Pulau Keran, Monic harus melalui perjalanan laut dari Pelabuhan Mengguru, Desa Cendil.
Perjalanan tersebut juga tidak memakan waktu lama. Menggunakan perahu motor sewaan, rombongan Monic hanya membutuhkan waktu berlayar sekitar 20 hingga 30 menit.
Waktu tempuh yang singkat ini menjadikan Pulau Keran semakin diminati oleh para pelancong lokal.
"Kemarin kami berangkat dari Pelabuhan Mengguru, ya perjalanan lautnya kurang lebih sekitar setengah jam," ujar Monic.
Begitu turun dari perahu, langkah kaki Monic langsung disambut oleh tekstur daratan Pulau Keran yang jarang ditemui di pantai-pantai lain. Pasir putih yang membentang kian memberikan sensasi lembut saat bersentuhan pada telapak kaki.
Monic menggambarkan kelembutan pasir di Pulau Keran seperti kehalusan bedak bayi. Keindahan itu kian berpadu akan jernihnya air laut, membuat mata melihat jelas terumbu karang dan biota di dasar airnya.
Status pulau yang belum terjamah industri pariwisata massal diakui Monic menjadi daya tarik yang dijual oleh Pulau Keran.
Akan tetapi, terdapat konsekuensi dari tidak adanya penghuni di pulau ini. Hal itu adalah belum tersedianya fasilitas penunjang modern bagi para wisatawan di sekitar area daratan.
Monic mengatakan pengunjung tidak akan menemukan deretan bangku taman, bangunan toilet, ataupun warung-warung makan.
Namun, keterbatasan tersebut justru disambut antusias oleh Monic. Ia dan rombongan keluarganya sengaja membawa seluruh perbekalan dan peralatan secara mandiri.
"Kami memang sengaja untuk menginap dan camping di sana. Jadi dari rumah sudah mempersiapkan dan membawa tenda, peralatan memasak di alam terbuka, pancing, hingga hammock untuk bersantai di antara pepohonan," ucapnya.
Aktivitas memancing tentu menjadi agenda wajib bagi rombongan keluarga Monic selama menghabiskan waktu.
Monic dan keluarganya pum berhasil menaikkan beberapa jenis ikan lokal berukuran konsumsi. Di antaranya adalah ikan busol, ikan igu, ikan kerekutak, hingga ikan jejeli.
"Sensasi memancing di sini beda karena karangnya masih bagus. Ikannya macam-macam, ada ikan busol, igu, kerekutak, sampai yang merah-merah seperti ikan jejeli juga dapat banyak kemarin," ungkapnya.
Kemudian, hasil tangkapan langsung mereka bersihkan dan diolah di tepi pantai menggunakan peralatan masak portabel yang telah dibawa.
"Bawa peralatan lengkap jadi bisa sekalian masak hasil pancingan di sana, dipadukan suasana malam yang tenang di pulau tak berpenghuni ini benar-benar pas buat healing melepas penat," ungkapnya.
Sekadar informasi, Pulau Keran juga menyimpan potensi bawah laut yang sangat memukau selain memancing. Tercatat ada lebih dari lima titik (spot) penyelaman snorkeling yang mengelilingi pulau kecil ini.
Pada titik-titik itu terumbu karang alami beraneka bentuk dan warna masih tumbuh subur tanpa kerusakan. Wisatawan bisa berenang santai ditemani ikan-ikan kecil yang berenang di balik jernihnya air.
Tak hanya itu, jika wisatawan datang pada momen yang tepat, Pulau Keran akan memamerkan satu lagi fenomena yang menakjubkan. Saat kondisi air laut sedang surut, hamparan pulau pasir putih atau yang akrab disebut gusong oleh masyarakat Belitung akan muncul memanjang membelah laut.
"Kebetulan kemarin pas kami ke sana air lautnya memang sedang surut. Jadi hamparan pulau pasir atau gusongnya kelihatan memanjang sekali," ungkap wanita berusia 25 tahun tersebut.
Karena antusias ini, masyarakat setempat kini sudah mulai mengelola jasa sewa perahu motor atau boat bagi para pelancong yang ingin menyeberang. Sistem tarif yang diberlakukan pun relatif terjangkau, baik untuk individu maupun rombongan.
Jika dihitung per kepala, tarif sewa perahu motor menuju Pulau Keran biasanya dipatok mulai dari kisaran Rp25.000 hingga Rp30.000, tergantung pada momentum hari kunjungan. Sementara untuk wisatawan yang datang beramai-ramai, sistem sewa satu perahu berkisar di angka Rp400.000 untuk perjalanan pulang-pergi.
Meskipun nantinya kunjungan mulai menunjukkan tren peningkatan, kelestarian ekosistem tetap harus diperhatikan. Keindahan alam yang masih terjaga adalah aset paling berharga bagi masa depan pariwisata di Kabupaten Belitung Timur.
Bagi Monic, Pulau Keran adalah kemewahan sederhana yang tak tertandingi. Sebuah tempat dimana ia bisa menemukan kembali kecocokannya bersama alam. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)
| Pemkab Beltim Dukung LCC SMA/SMK/MA untuk Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar |
|
|---|
| 12 Regu Ikuti LCC Tingkat SMA Sederajat di Beltim Sebagai Wadah Pembentukan Karakter Pemuda |
|
|---|
| Pencarian Pemancing Hilang di Selat Karimata Resmi Dihentikan, Tim SAR Sisir 639 NM² |
|
|---|
| Antisipasi Kemarau, Petani di Beltim Gelar Gerakan Tanam Padi Serempak |
|
|---|
| Truk Bermuatan Puluhan Lemari Terbakar di Depan Kejari Belitung, Sopir Buang Muatan ke Jalan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20260525-PERMATA-TERSEMBUNYI-Pulau-Keran-yang-terletak-di-kawasan.jpg)