Sapi Simental 790 Kg dari Presiden Bakal Dikurbankan di Kelapa Kampit

Sapi kurban itu tercatat memiliki bobot berat yang menyentuh 790 kilogram

Tayang:
Dok istimewa
SAPI PRESIDEN - Penampakan satu ekor sapi berjenis Simental bobot 790 kilogram yang berada di kandang peternak kawasan Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Senin (25/5/2026). Sapi yang dibeli sebagai bantuan kurban Presiden RI ini rencananya akan disalurkan dan ditempatkan di Masjid Al Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. 

POSBELITUNG, CO, BELITUNG - Kabupaten Belitung Timur (Beltim) dipastikan kembali mendapatkan bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia pada momentum Hari Raya Idul Adha tahun ini, Senin (25/5/2026).

Hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, mengingat ukuran hewan kurban yang dialokasikan tersebut selalu memiliki spesifikasi bobot yang luar biasa.

Adapun bantuan sapi kurban Presiden untuk wilayah Belitung Timur kali ini merupakan jenis Simental.

Sapi kurban itu tercatat memiliki bobot berat yang menyentuh 790 kilogram. Hewan ternak jumbo ini dibeli langsung dari satu di antara peternak Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur, drh. Therissia Hati atau Temi menjelaskan bahwa pihak pemerintah daerah telah menentukan titik lokasi penyaluran untuk hewan kurban kepresidenan tersebut.

"Untuk bantuan sapi kurban Presiden tahun ini satu ekor dan rencananya akan ditempatkan di Masjid Al Falaah, Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit," ujar Temi.

Temi mengatakan selain menerima bantuan sapi dari Presiden, Kabupaten Belitung Timur tahun ini juga dijadwalkan akan menerima gelontoran bantuan ternak stimulan dari pihak Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Saat ini, Temi menyebut program bantuan dari pihak Pemprov Babel tersebut masih berada dalam tahapan verifikasi Calon Penerima Petani Calon Lokasi. Setelah itu, barulah bantuan bisa disalurkan langsung kepada kelompok peternak yang dinilai memenuhi syarat.

"Harapannya tentu dengan adanya berbagai bantuan ini dapat ikut menambah populasi ternak lokal yang ada di Kabupaten Belitung Timur," ucapnya.

Lebih lanjut, Temi mengatakan pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan bantuan dari pusat atau provinsi terus-terusan. Pemkab akan konsisten mendorong kemandirian melalui program perguliran ternak secara internal.

Program ini dirancang secara sistematis, di mana kelompok peternak yang sebelumnya telah sukses mengembangkan bantuan wajib menggulirkan kembali anakan ternaknya kepada kelompok peternak baru di desa lain.

"Alhamdulillah beberapa kelompok peternak yang sebelumnya menerima bantuan sudah mulai berkembang dan bersedia menggulirkan ternaknya ke kelompok baru. Ini yang terus kita dorong supaya peternak lokal semakin banyak," ungkapnya.

Meski begitu, bukan berarti proses memajukan sektor peternakan di Beltim ini berjalan mulus. Temi menyebut sebagian besar warga di Beltim hingga kini masih memposisikan aktivitas memelihara hewan ternak sebagai pekerjaan sambilan saja, bukan bisnis utama.

Temi berharap semoga di Kabupaten Belitung Timur semakin bertambah kehadiran peternak lokal. Hal ini dinilainya akan menjadi tren positif mengingat saat ini kebutuhan stok hewan kurban masih bergantung pada luar daerah.

"Mindset masyarakat kita masih banyak yang menjadikan beternak itu sebagai usaha sampingan. Kami berharap kedepan akan bertambah banyak peternak yang berani beralih dan menjadikan sektor beternak ini sebagai sumber penghasilan utama mereka," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved