Berita Belitung Timur

Harga Beras Premium di Manggar Segera Naik, Pedagang Pilih Tahan Harga Lama

Harga Beras Premium di Pasar Manggar Bakal Naik, Pedagang Pilih Tahan Harga Lama untuk Dua Hari Ke Depan

Tayang:
Posbelitung.co/ Kautsar Fakhri Nugraha/Kautsar Fakhri Nugraha
TAHAN DUA HARI - Pemilik Toko Asang, Erisna (44) di meja kasir tokonya yang berada di kawasan Pasar Tradisional Lipat Kajang Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Selasa (9/6/2026). Di tengah kenaikan harga modal beras premium dari distributor, Erisna memilih untuk menunda pemberlakuan harga eceran baru selama dua hari ke depan agar tidak mengejutkan para konsumennya. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kenaikan harga beras premium dari tingkat distributor mulai dirasakan para pedagang kebutuhan pokok di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur ( Beltim ), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ( Babel ). Namun, sejumlah pedagang memilih menahan penyesuaian harga jual demi menjaga kepercayaan pelanggan dan menghindari kesan mengambil keuntungan berlebih.

Salah satunya dilakukan Erisna (44), pemilik Toko Asang yang berlokasi di belakang kawasan Pasar Lipat Kajang Manggar. Di tengah aktivitas perdagangan yang padat pada Selasa (9/6/2026), Erisna mengaku telah menerima informasi kenaikan harga beras dari distributor.

Meski demikian, ia belum menerapkan harga baru kepada konsumen karena masih menjual stok lama yang tersedia di tokonya.

"Kalau untuk sementara ini kan memang beras ada kenaikan dari atas. Tapi per hari ini, aku belum menjual dengan harga baru. Kita masih pakai harga stok lama," ujar Erisna.

Erisna merincikan, untuk stok yang ada saat ini, beras premium ukuran 5 kilogram masih ia lepas di harga Rp85 ribu per karung.

Sementara untuk ukuran karung lainnya, beras 10 kilogram dijual seharga Rp165 ribu dan untuk beras 20 kilogram berada di angka Rp323 ribu.

Jika dihitung eceran, harga beras premium di toko Asang saat ini dibanderol Rp17 ribu per kilogram.

Di tengah tren kenaikan beras premium, Erisna memastikan untuk komoditas beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog sama sekali tidak mengalami perubahan harga, yakni tetap stabil di angka Rp12 ribu per kilogram.

Erisna pun mengatakan harga eceran beras premium nantinya kemungkinan naik Rp1.000 hingga Rp2.000 per karung dalam dua hari ke depan.

“Kemungkinan besar dua hari lagi kami baru penyesuaian harga baru. Jadi kalau besok-besok orang mau beli, kemungkinan untuk ukuran 5 kilo itu sudah naik jadi Rp86 ribu atau kiloan jadi Rp18 ribu,” ucapnya.

Langkah ini Erisna lakukan agar para pelanggannya tidak kaget dan membanding-bandingkan tokonya dengan toko lain di pasar.

Jika Erisna langsung menaikkan harga di hari pertama kabar dari distributor turun, sementara toko lain masih memiliki sisa stok lama, hal itu justru bisa memicu prasangka buruk dari konsumen bahwa tokonya sengaja mengambil untung banyak.

"Kalau aku sengaja ekstra tahan dua hari dulu. Jadi pas nanti aku bilang harganya naik, orang-orang tidak akan komplain lagi ke aku karena di tempat lain mungkin sudah naik duluan," ungkapnya.

Ketika ditanya mengenai alasan kenaikan dari distributor, Erisna mengaku pihak distributor tidak memberikan alasan spesifik.

Namun, ia menduga hal ini berkaitan erat dengan kondisi nilai tukar mata uang global yang berimbas pada biaya transportasi laut menuju Pulau Belitung.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved