Api Misterius Sudah Lebih 40 Kali Muncul di Rumah Warga Sleman

Api misterius selalu muncul di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tayang:
Editor: Fitriadi
KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA
TERBAKAR - Kondisi tikar di rumah Mutfiana warga Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman yang beberapa hari lalu terbakar. 

BANGKAPOS.COM, SLEMAN - Api misterius selalu muncul di rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Fenomena itu belum juga berakhir meski septic tank yang diduga menjadi sumber masalah telah dibongkar. 

Hingga hari keenam sejak kejadian pertama, titik api masih muncul secara acak di berbagai sudut rumah milik Agus Yani tersebut.

Bahkan, berdasarkan catatan warga dan aparat, terhitung sejak Jumat (22/5/2026) lalu, sudah lebih dari 40 kali kebakaran terjadi di dalam rumah berlantai dua itu. 

Peristiwa terbaru terjadi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Api kembali muncul dan membakar sebuah handuk merah yang digantung di gagang pintu kamar tengah. 

Kasihumas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan Tim Gegana Polda DIY masih menduga fenomena itu dipicu akumulasi gas metana di bawah bangunan rumah. 

"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, dikutip dari Tribun Jogja, Kamis (28/5/2026). 

Menurut dia, sejumlah langkah penanganan sebenarnya telah dilakukan, mulai dari perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga pemasangan saluran pembuangan gas.

Namun, sisa gas yang telanjur menyebar di bawah struktur bangunan disebut masih berpotensi memicu kemunculan api. 

"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," jelasnya.  

Terbakar tanpa Pemantik

Kapolsek Seyegan AKP Pujiono mengungkapkan hasil analisis Tim Gegana menunjukkan gas metana yang terakumulasi di dalam bangunan memiliki karakteristik sangat sensitif.

Menurut dia, gas tersebut bahkan bisa terbakar tanpa pemantik api langsung. Api dapat muncul karena listrik statis di sekitar lokasi.  

Ia memastikan fenomena itu terlokalisasi di rumah korban dan tidak berdampak pada rumah warga di sekitarnya. 

Meskipun berbagai upaya penanganan telah dilakukan, keluarga dan warga sekitar masih berjaga setiap malam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Anak pemilik rumah, H Mutfiana, mengatakan warga bahkan rutin berpatroli setiap 15 menit hingga 30 menit sekali di sekitar rumah. 

"Kita muter terus tiap 15 menit atau setengah jam buat inspeksi, takut ada api lagi," ujarnya.

Menurut dia, kemunculan api paling sering terjadi menjelang tengah malam dan membakar barang secara acak, mulai dari handuk, kasur, sofa, hingga perabot rumah tangga lainnya.

Mirip di Gunung Kidul

Kebakaran misterius yang menimpa rumah Agus Yani ini mirip dengan peristiwa yang terjadi di Pedukuhan Kwangen Lor, Semanu, Gunungkidul pada tahun 2015 silam.

Saat itu, rumah milik  Ladino dan Tugiyah juga diteror kebakaran misterius seperti yang dialami oleh keluarga Agus Yani.

Perkakas rumah tangga yang berada di dalam rumah, mulai dari kasur, televisi, kain dan barang lainnya terbakar secara misterius.

Saat itu keluarga Ladino memutuskan untuk mengeluarkan seluruh isi rumah keluar dari bangunan.

Dalam pemberitaan Tribun Jogja pada 2015 silam, kebakaran misterius yang menimpa rumah milik Ladino ini terjadi pada Jumat (18/9/2015).

Isti Ladino, Tugiyah saat itu mengaku awalnya dirinya bersama kakak dan adiknya mencari pakan ternak ke salah satu mulut gua yang ada tak jauh dari rumahnya, dia dikagetkan dengan bayangan hitam di sekitar mulut gua.

Setelah selesai mencari rumput, kemudian Tugiyah bersama kakak dan adiknya memutuskan untuk pulang kerumah. Sesampai di rumah kejadian aneh mulai terjadi.

Awalnya ada perkakas rumah yang terbakar tanpa sebab yang jelas. Oleh keluarganya kobaran api langsung disiram dengan menggunakan air hingga padam. 

“Setelah sampai di rumah, ternyata ada perkakas yang terbakar. Padahal tidak ada korsleting listrik,” kata Tugiyah saat ditemui di rumahnya, Jumat (25/9/2015) silam.

Awalnya Tugiyah mengaku tidak curiga dengan kebakaran yang menimpa perkakas rumahnya karena mengganggap kejadian itu sebagai musibah.

Namun sehari setelah kebakaran pertama, satu persatu perkakas secara terus menerus ikut terbakar.

Kejadian aneh tersebut tidak hanya terjadi di dalam satu rumah saja, namun di tiga bangunan rumah milik keluarga Tugiyah yang saling berdekatan.

Perkakas mulai dari kasur, almari, televisi, baju hingga peralatan dapur lainnya pun ikut terbakar.

"Sehari bisa terbakar empat kali. Sudah seminggu ini kejadiannya hingga sudah menghabiskan enam kasur," jelasnya.

Ibu rumah tangga tersebut mengaku bingung dengan kejadian yang menimpa rumahnya.

Sebab, sumber api yang meludeskan perkakas rumahnya hingga saat ini belum diketahui karena aliran listrik sudah diputus sejak Jumat.

Pihak keluarga pun sudah berusaha untuk meminta bantuan seorang ustaz, namun masih saja terjadi kebakaran di dalam rumahnya.

Bahkan untuk mengatisipasi terulangnya kebakaran, pihak kecamatan sudah meminta untuk mengeluarkan seluruh isi dalam rumah.

Untuk sementara waktu, keluarganya pun harus tidur di luar rumah karena khawatir terjadi kebakaran lagi.

"Tadi terakhir terbakar pakaian handuk dan deterjen. Kejadiannya jam 11.00 tadi," ucapnya.

Sementara itu suami Tugiyah, Ladiyo juga menemukan hal-hal ganjil atas peristiwa aneh yang menimpa rumahnya.

Saat almari rumah terbakar, seluruh pakaian yang ada di dalamnya ludes terbakar.

Namun ada dua pakaian jawa berupa kain jarik dan pakaian kebaya yang masih utuh meski lainnya hangus terbakar.

“Itu (pakaian jarik dan kebaya) peninggalan Mbah Warjem,” imbuhnya.

Kejadian misterius yang menimpa rumah pasangan Ladiyo dan Tugiyah inipun langsung menyebar ke masyarakat.

Warga yang penasaran berdatangan untuk melihat secara langsung kejadian yang di luar nalar ini. (Kompas.com/Tribun Jogja)

 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved