TAG
Sandera
-
Lima anak buah kapal (ABK) WNI yang selamat dari pembajakan kapal pada Jumat (15/4/2016) dikatakan mengalami syok dan trauma.
Sabtu, 16 April 2016
-
Sebuah foto yang memperlihatkan empat warga Malaysia yang jadi sandera kelompok Abu Sayyaf muncul di Facebook.
Jumat, 15 April 2016
-
Upaya pembebasan 10 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf terus berproses dan hingga kini Pemerintah Filipina masih melakukan negosiasi.
Selasa, 12 April 2016
-
"Darah saya mengalir bagaikan air keluar dari kran," katanya.
Senin, 11 April 2016
-
Seorang sandera asal Italia dilepaskan oleh kelompok Abu Sayyaf pada Jumat (8/4/2016), batas waktu pembayaran tebusan.
Sabtu, 9 April 2016
-
Kelompok ini hanya butuh uang dan uang. Cara negosiasi apapun tanpa uang, bakal percuma.
Sabtu, 9 April 2016
-
Jumat kemarin merupakan tenggat waktu pembayaran tebusan atas nyawa 15 warga asing yang menjadi sandera kelompok militan Abu Sayyaf.
Sabtu, 9 April 2016
-
Pengeksekusian itu akan dilakukan berdasarkan permintaan uang tebusan dari pihak kelompok Abu Sayyaf.
Jumat, 8 April 2016
-
"Kondisi terakhir menurut perusahaan suami saya dan yang lainnya dalam kondisi sehat," katanya.
Jumat, 8 April 2016
-
"Karena itu kami akan negosiasi terus. Ini kan masih 8 hari waktu kita,"
Jumat, 1 April 2016
-
Dia menambahkan gerilyawan penyandera 10 WNI datang dari pulau Languyan dimana 10 ABK asal Indonesia dan tongkang diculik Sabtu (25/3/2016) pagi.
Kamis, 31 Maret 2016
-
"Karena itu, perlu dipastikan, siapa yang menculik 10 WNI kita itu. Kelompok yang mana, karena Abu Sayyaf ini cukup besar," ujar Ridlwan.
Rabu, 30 Maret 2016
-
Kelompok Abu Sayyaf menyandera 10 Warga Negara Indonesia (WNI).
Rabu, 30 Maret 2016
-
Pasalnya, gerilyawan Abu Sayyaf adalah kelompok terlatih, yang jumlahnya cukup banyak dengan peralatan yang jauh lebih lengkap.
Rabu, 30 Maret 2016
-
Duduk di pangkuannya sang anak, Abdurrahman yang baru berusia satu tahun.
Rabu, 30 Maret 2016
-
Salah satu nahkoda kapal Brahma 12 adalah warga Batam bernama Peter Tonsen Barahama.
Selasa, 29 Maret 2016
-
Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin meminta pemerintah tidak menuruti uang tebusan yang diminta penyandera 10 WNI yakni kelompok Abu Sayyaf.
Selasa, 29 Maret 2016
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved