Banjir di Bali
Underpass Dewa Ruci Terendam Banjir, Tol Bali Mandara Macet Panjang
Kondisi lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara mengalami kepadatan cukup signifikan pada Rabu pagi
Penulis: Ilham Pratama | Editor: Kamri
POSBELITUNG.CO - Kondisi lalu lintas di Jalan Tol Bali Mandara mengalami kepadatan cukup signifikan pada Rabu pagi, 10 September 2025, terutama di jalur sepeda motor dan mobil yang mengarah ke Gerbang Benoa.
Situasi tersebut terpantau sekitar pukul 09.45 WITA, ketika banyak kendaraan memilih tol sebagai jalur alternatif untuk menghindari banjir.
Salah satu faktor utama kepadatan lalu lintas ini adalah ditutupnya akses underpass Dewa Ruci akibat terendam air.
Underpass Dewa Ruci sendiri merupakan salah satu simpul lalu lintas penting yang menghubungkan kawasan Denpasar, Kuta, dan Nusa Dua.
Ketika jalur vital ini lumpuh karena banjir, pilihan bagi pengendara menjadi terbatas, sehingga Tol Bali Mandara menjadi jalur yang paling mungkin digunakan.
Asisten Manajer Risk Quality Management & Corporate Communication Officer PT Jasamarga Bali Tol, I Wayan Purwajaya, membenarkan adanya lonjakan jumlah pengguna tol.
Ia menyebutkan arus kendaraan mulai meningkat sejak pukul 08.45 WITA.
Khususnya pada jalur sepeda motor di Gerbang Benoa, antrean kendaraan memanjang lebih dari biasanya.
“Berdasarkan pantauan kami, peningkatan arus sudah terlihat sejak pukul 08.45 WITA.
Kami langsung menurunkan petugas mobile reader untuk mempercepat proses transaksi di gerbang tol,” jelas Wayan Purwajaya.
Keberadaan petugas mobile reader dinilai penting untuk mengurai antrean panjang yang berpotensi menyebabkan kemacetan lebih parah.
Sementara itu, intensitas hujan yang tinggi sejak malam sebelumnya turut memperparah kondisi lalu lintas di wilayah Denpasar.
Hujan deras membuat beberapa jalur utama tergenang, termasuk underpass Dewa Ruci yang akhirnya ditutup total.
Bagi para pengendara, pilihan yang tersedia semakin terbatas.
Tol Bali Mandara pun menjadi jalan alternatif yang paling masuk akal.
Namun, dampak dari peralihan jalur ini adalah lonjakan signifikan volume kendaraan di tol, yang kemudian menimbulkan antrean panjang.
Menurut Purwajaya, pihak Jasamarga Bali Tol terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Selain menurunkan petugas tambahan, pihaknya juga mengingatkan pengendara agar tetap berhati-hati dalam berkendara.
“Kami mengimbau agar pengguna tol memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapan saldo uang elektronik agar tidak terjadi hambatan ketika melakukan transaksi di gerbang tol.
Himbauan ini disampaikan mengingat situasi antrean panjang bisa semakin sulit diatasi apabila pengguna jalan tidak menyiapkan kelengkapan pembayaran sejak awal.
Selain faktor teknis, keselamatan pengendara juga menjadi perhatian utama.
Cuaca ekstrem yang masih terjadi dapat memengaruhi jarak pandang, kondisi jalan, hingga risiko kecelakaan.
Pengendara diminta menjaga kewaspadaan serta menyesuaikan kecepatan kendaraan dengan kondisi jalan yang basah.
Situasi banjir Bali, khususnya di kawasan Denpasar, tidak hanya berdampak pada aktivitas warga di daratan.
Banjir Bali ini juga memengaruhi kelancaran transportasi umum dan distribusi logistik.
Kondisi ini memperlihatkan bagaimana infrastruktur transportasi di Bali sangat bergantung pada titik-titik jalur strategis, seperti underpass Dewa Ruci.
Ketika jalur tersebut terputus, maka tekanan lalu lintas berpindah ke Tol Bali Mandara yang notabene merupakan jalan tol di atas laut pertama di Indonesia.
Dalam konteks yang lebih luas, fenomena ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem bisa berdampak langsung pada mobilitas dan perekonomian daerah.
Lonjakan kendaraan di tol juga menunjukkan bahwa masyarakat sangat bergantung pada jalur alternatif saat infrastruktur utama terganggu.
Dengan kondisi cuaca yang masih belum menentu, koordinasi lintas instansi menjadi sangat penting untuk mengatur arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Pihak Jasamarga Bali Tol bersama aparat terkait diharapkan dapat terus berkolaborasi dalam menjaga kelancaran jalan serta meminimalisasi risiko di lapangan.
Meski tantangan besar dihadapi, langkah-langkah penanganan cepat seperti penempatan petugas mobile reader menjadi bukti adanya kesigapan dalam merespons situasi darurat.
Bagi masyarakat Bali, terutama pengguna jalan, kehati-hatian dan kesiapan menjadi kunci untuk menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Bali.com dengan judul Underpass Dewa Ruci Terendam, Antrean Panjang Terjadi di Gate Tol Bali Mandara