Video

Video: Harga Daging Mulai Naik, Pemkab Beltim Siapkan Stok Beku hingga 18,7 Ton

Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Pertanian dan Pangan Belitung Timur memastikan ketersediaan daging bagi masyarakat ...

Tayang: | Diperbarui:

POSBELITUNG.CO -- Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Belitung Timur memastikan ketersediaan dan kelayakan daging bagi masyarakat menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Pemerintah daerah menyiapkan pasokan daging beku sekaligus memperketat pengawasan pemotongan ternak hidup di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distangan Belitung Timur, Therissia Hati, Kamis (5/3/2026), mengatakan kebutuhan masyarakat saat ini masih didominasi oleh daging beku.

“Pemerintah daerah mengadakan daging beku yang akan disalurkan ke masyarakat, di samping pelaku usaha yang juga mengambil stok beku dari luar,” ujarnya.

Berdasarkan data sementara, total pemesanan daging beku diperkirakan mencapai 18,7 ton. Pasokan tersebut sebagian besar didatangkan dari Jakarta dan Lampung melalui jalur distribusi Pulau Bangka.

Untuk ternak hidup, RPH di Belitung Timur saat ini menyiagakan sekitar 11 ekor sapi siap potong. Pasokan ternak juga rutin masuk setiap pekan dari luar daerah seperti Lampung dan Palembang.

Therissia menyebutkan harga daging sapi segar di pasar saat ini berada pada kisaran Rp160.000 hingga Rp165.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam berkisar Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram seiring meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan pelaku usaha agar kenaikan harga tetap terkendali dan tidak melampaui tren tahun sebelumnya, meskipun biaya transportasi biasanya meningkat menjelang hari raya.

Selain ketersediaan stok, Distangan juga memprioritaskan pengawasan kesehatan hewan guna mengantisipasi penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan Lumpy Skin Disease (LSD).

Therissia memastikan kondisi ternak di Belitung Timur saat ini dalam keadaan aman. Ia menyebut sempat ditemukan gejala ringan pada beberapa ternak, namun telah ditangani melalui prosedur pemotongan sehingga tidak menimbulkan penyebaran penyakit.

Sebagai bentuk perlindungan konsumen, masyarakat diimbau membeli daging dari pemotongan resmi di RPH. Menurut Therissia, setiap proses pemotongan di RPH berada di bawah pengawasan petugas kesehatan hewan untuk memastikan kualitas daging yang beredar di masyarakat.

Ia menegaskan bahwa daging yang dipasarkan harus memenuhi kriteria Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Kami berharap masyarakat memilih daging yang dipotong di RPH karena pengawasannya lebih terjamin sehingga dagingnya benar-benar halal dan sehat untuk dikonsumsi,” kata Therissia.

(Posbelitung.co) 

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved