Video
Video: Gertakan Donald Trump Tak Mempan? Iran Disebut Siap Lawan
Pengamat Stanislaus Riyanta mengomentari kondisi terkini perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
POSBELITUNG.CO -- Pengamat intelijen dan keamanan dari Universitas Indonesia (UI), Stanislaus Riyanta mengomentari kondisi terkini perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika negara tersebut tidak membuka kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas pelayaran.
Jalur sempit tersebut mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Menanggapi ultimatum Trump, militer Iran mengancam akan menargetkan seluruh infrastruktur energi, teknologi, dan desalinasi milik AS di kawasan tersebut.
Menurut Stanislaus, Iran merupakan negara yang tidak mudah diancam.
Ia menjelaskan bahwa model perang yang dilakukan Iran adalah perang asimetris, bukan hanya perang senjata dengan senjata.
Jika Iran bersikukuh dengan sikapnya, jelas Stanislaus, ia meyakini AS tidak akan langsung melakukan serangan seperti ancaman yang digembar-gemborkan oleh Trump.
Ia menyebut, Amerika akan melakukan serangan sedikit demi sedikit untuk menguji keseriusan Iran.
Namun, ia menilai selama ini Iran adalah negara yang berani.
Mereka tidak hanya punya modal senjata, tetapi juga memiliki ideologi.
Sementara itu, AS adalah entitas yang memiliki persenjataan militer kuat.
Negeri Paman Sam juga didukung oleh beberapa negara lain.
Ia menyatakan bahwa gertakan dari AS sudah dipahami betul oleh Iran sehingga mereka siap menghadapi ancaman tersebut.
Stanislaus mengingatkan bahwa Iran akan didukung oleh mayoritas masyarakatnya sehingga hal itu perlu diperhitungkan oleh AS.
Ia menekankan, jika perang terus berlangsung yang mengalami kerepotan bukan hanya AS dan Iran, melainkan juga banyak negara lain, termasuk Indonesia.
(Posbelitung.co)
| Video: Sistem Pertahanan AS-Israel Lumpuh, IRGC Luncurkan Serangan 100 Rudal, Hantam Aset Strategis |
|
|---|
| Video: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas, Setujui Pakistan, Lanjut Negosiasi Damai |
|
|---|
| Video: Dokter Kamelia Diduga Diancam, Ammar Sampai Mohon Agar Sementara Nurut, Pantas Absen Sidang |
|
|---|
| Video: Ammar Zoni Divonis 7 Tahun Penjara, Denda Rp1 Miliar, Kuasa Hukum Hormati Putusan Hakim |
|
|---|
| Video: Daehoon Trauma Diselingkuhi, Tolak Balikan Sama Jule, Ikhlaskan Mantan dengan Safrie Ramadhan |
|
|---|