Video
Video: Disebut Tokoh Pemicu Perang Iran, 52 Persen Warga AS Setuju Trump Dimakzulkan
Trump dianggap tokoh yang getol memicu perang Iran serta membuat sejumlah kebijakan kontroversial dan tidak memihak rakyat AS.
POSBELITUNG.CO -- Perang Iran dengan Israel yang dibantu Amerika Serikat (AS) untuk sementara berhenti melalui gencatan senjata selama dua pekan.
Negosiasi kabarnya akan dilanjutkan antara AS dengan Iran di Pakistan.
Namun sebelum berlanjut ke meja perundingan, kabar kurang menyejukkan datang dari dalam negeri AS dan Israel.
Survei terbaru yang dipublikasikan Newsweek pada Rabu (8/4/2026) waktu AS, memperlihatkan sebagian besar rakyat AS setuju Presiden AS dimakzulkan alias diturunkan dari jabatannya.
Trump dianggap tokoh yang getol memicu perang Iran serta membuat sejumlah kebijakan kontroversial dan tidak memihak rakyat AS.
Dari survei itu terdata 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump dan 40 persen yang menentangnya, sisanya abstain tidak memilih dengan margin kesalahan 3,9 persen.
Jajak pendapat ini diselenggarakan oleh John Bonifaz, presiden dan salah satu pendiri Free Speech for People untuk perusahaan jajak pendapat progresif veteran Celinda Lake.
Presiden Trump tidak tinggal diam.
Dia menyerang Candace Owens dan Alex Jones, dua tokoh konservatif yang menyerukan agar dia dicopot dari jabatannya.
“Mereka memiliki satu kesamaan, IQ rendah,” kata Trump.
“Mereka orang bodoh, mereka tahu itu, keluarga mereka tahu itu, dan semua orang juga tahu itu!”
(Posbelitung.co)
| Video : Perang AS Israel vs Iran Hari ke-100, Negosiasi Damai Gagal di Detik Terakhir |
|
|---|
| Video: Jordi Onsu Pilih Tak Terlibat Lagi dalam Polemik Sarwendah dan Ruben Onsu |
|
|---|
| Video: Tanggal Lahiran Baby Zac Disorot, Amanda Manopo Kembali Diterpa Isu Hamil Duluan |
|
|---|
| Video: Clara Shinta Akhirnya Buka Suara soal Isu jadi Simpanan Denny Goestaf |
|
|---|
| Video: Keberadaan Giorgio Antonio Jadi Pertimbangan, Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh |
|
|---|