Video

Video: Data Korban Mengguncang! Senator Sanders Serang Kebijakan Trump dan Netanyahu

Senator Amerika Serikat (AS), Bernie Sanders, menuduh Presiden AS Donald Trump dan PM Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang perang .

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah

POSBELITUNG.CO – Senator Amerika Serikat (AS), Bernie Sanders, menuduh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperpanjang perang di Timur Tengah yang semakin meluas.

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang memicu pembalasan dari Teheran dan gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad tidak menghasilkan kesepakatan yang langgeng.

Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Sejak 13 April 2026, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.

"Cukup sudah dengan perang tanpa akhir yang dilancarkan Trump dan Netanyahu," ungkap Sanders, Selasa (5/5/2026), dilansir Anadolu Agency.

Menurut angka yang dibagikan oleh Sanders di platform media sosial X, sekitar 3.375 orang telah tewas di Iran, dengan lebih dari 26.500 orang terluka.

Di Lebanon, jumlah korban tewas telah mencapai 2.702, dengan 8.311 orang terluka.

Kekerasan tambahan di seluruh negara-negara Teluk telah menyebabkan setidaknya 28 orang tewas dan lebih dari 289 orang terluka.

Di Israel, Sanders melaporkan 26 korban jiwa dan 7.791 korban luka.

Sementara, AS mengalami 13 kematian tentara dan 381 anggota militer yang terluka.

(Youtube Posbelitung.co)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved