Video
Video: Intelijen AS Kaget, Iran Bangun Kembali Industri Militernya Lebih Cepat dari Prediksi
Intelijen Amerika Serikat mengungkap Iran mulai membangun kembali kekuatan industri militernya jauh lebih cepat dari perkiraan awal.
POSBELITUNG.CO – Intelijen Amerika Serikat mengungkap Iran mulai membangun kembali kekuatan industri militernya jauh lebih cepat dari perkiraan awal setelah serangan gabungan United States dan Israel.
Pembangunan itu mencakup pemulihan lokasi peluncur rudal, sistem produksi drone, hingga infrastruktur industri pertahanan lainnya.
Tak hanya itu, para intelijen juga menyebut bahwa Iran telah kembali memproduksi sebagian drone militernya selama masa gencatan senjata enam minggu yang dimulai pada awal April 2026.
“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata seorang pejabat AS dikutip dari Tribunnews, Sabtu (23/5/2026).
Perkembangan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di Washington dan sekutu-sekutunya di Timur Tengah karena Iran dinilai masih memiliki kemampuan untuk memulihkan kekuatan militernya dalam waktu relatif singkat.
Menurut sejumlah sumber intelijen AS, salah satu alasan utama Iran mampu memulihkan kekuatan militernya dengan cepat adalah karena tingkat kerusakan yang ditimbulkan serangan udara tidak sebesar perkiraan awal Washington dan Tel Aviv.
Sejumlah fasilitas pertahanan Iran dilaporkan masih dapat beroperasi, termasuk beberapa lokasi produksi senjata dan sistem peluncur rudal yang berhasil bertahan dari serangan.
Bahkan, beberapa peluncur rudal yang sebelumnya tertimbun reruntuhan akibat bombardir dilaporkan mulai berhasil dipulihkan dan kembali disiapkan untuk digunakan.
Selain itu, Iran juga disebut masih mempertahankan sebagian kemampuan strategisnya, mulai dari rudal balistik, drone tempur, hingga sistem pertahanan udara meski mengalami kerusakan selama konflik berlangsung.
Kondisi tersebut membuat komunitas intelijen AS menilai Iran tetap menjadi ancaman militer signifikan di kawasan Timur Tengah apabila konflik kembali meningkat.
Di tengah laporan tersebut, Benjamin Netanyahu sebelumnya menuduh China ikut membantu pemulihan militer Iran dengan memasok komponen yang dapat digunakan untuk memproduksi rudal.
Namun tuduhan itu langsung dibantah pemerintah China. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menyatakan klaim Israel tidak memiliki dasar fakta dan menegaskan Beijing tidak terlibat dalam dukungan militer terhadap Iran.
Perbedaan klaim tersebut semakin memperlihatkan tingginya tensi geopolitik di tengah kekhawatiran bahwa Iran kini mampu membangun kembali kekuatan militernya lebih cepat dari perkiraan awal AS dan Israel.
(Youtube Posbelitung.co)
| Video: Ahmad Dhani Bongkar Alasan Batal Ceraikan Mulan Jameela |
|
|---|
| Video: Pakistan Agresif Bergerak di Balik Layar, Dorong AS-Iran Negosiasi Kebuntuan Nuklir Teheran |
|
|---|
| Video : Deretan Barang Mewah Sandra Dewi Resmi Dilelang, Bisnis Perhiasan Ikut Jadi Sorotan Publik |
|
|---|
| Video: Deretan Barang Mewah Sandra Dewi Resmi Dilelang, Bisnis Perhiasannya Ikut Disorot |
|
|---|
| Video : Ayu Ting Ting Akui Dekat dengan Kevin Gusnadi, Buka Suara, Tertangkap Gandengan di Bioskop |
|
|---|