PosBelitung/
Home »

Lokal

Larangan Naik Mercusuar Pulau Lengkuas, Bupati Belitung Bilang Begini

Namun kondisi tersebut justru menjadi kontradiktif antara kepentingan keselamatan pelayaran dan perkembangan pariwisata.

Larangan Naik Mercusuar Pulau Lengkuas, Bupati Belitung Bilang Begini
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Mercusuar yang dibangun tahun 1882 di Pulau Lengkuas, Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, menjadi salah satu daya tarik wisata Bangka Belitung, Juni. Dari mercusuar setinggi 70 meter ini terlihat keindahan Pantai Tanjung Kelayang dan Tanjung Tinggi serta batu-batu granit raksasa berusia sekitar 245 juta tahun. 

Laporan Wartawan Pos Belitung Dede Suhendar

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Keberadaan merecusuar di Pulau Lengkuas sebagai sarana navigasi secara berangsur mulai bertambah menjadi daya tarik pariwisata Negeri Laskar Pelangi.

Namun kondisi tersebut justru menjadi kontradiktif antara kepentingan keselamatan pelayaran dan perkembangan pariwisata.

"Kita bersyukur adanya mercusuar itu. Karena selain untuk navigasi, sekarang ini sudah menjadi objek wisata, kalau dikelola akan mendatangkan income (pendapatan--red) secara tidak langsung bagi negara," ujar Bupati Belitung Sahani Saleh kepada posbelitung.com, Jumat (19/5/2017).

Baca: Mercusuar Pulau Lengkuas Belitung Tak Boleh Dinaiki Lagi, Ini Alasannya

Meskipun demikian, pria yang akrab disapa Sanem itu mengakui belum ada regulasi terkait pemanfaatan mercusuar sebagai fasilitas penunjang pariwisata.

Oleh sebab itu, selaku Bupati Belitung Sanem sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Dirjen Infrastruktur Kemenko Maritim sewaktu rapat koordinasi sekitar dua minggu lalu.

Ia berharap adanya tindaklanjut dari pemerintah menanggapi permasalahan tersebut.

"Sebenarnya yang kami sampaikan bukan hanya mercusuar Lengkuas saja, tapi yang lainnya juga, seperti di Pulau Sumedang dan Tanjong Lancor," katanya.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: edy yusmanto
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help