PosBelitung/

National Open University of Taiwan Ajak Pelaku Wisata Belitung Belajar Bahasa Mandarin Online

Dari jumlah turis asing di dunia sebanyak 122 juta adalah turis berbahasa Mandarin. Ada sebanyak 1,5 juta diantaranya yang mengunjungi indonesia.

National Open University of Taiwan Ajak Pelaku Wisata Belitung Belajar Bahasa Mandarin Online
Istimewa
Pelaku wisata di Belitung foto bersama dengan tiga profesor dari National Open University of Taiwan didampingi Direktur Nusa Education Budi, di restoran Pondok Klapa, Tanjungpandan, Selasa (27/9/2017) 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Tiga profesor dari National Open University of Taiwan didampingi Direktur Nusa Education Budi mengunjungi Belitung, untuk melakukan program sosialisasi belajar bahasa Mandarin secara online, kepada pelaku pariwisata di Belitung.

Kegiatan ini berlangsung di restoran Pondok Klapa, Tanjungpandan ini, di hadiri berbagai asosiasi pelaku wisata diantaranya ASPPI, HPI, ISPB, KUMBE, DMO serta industri hotel dan restoran.

Direktur Nusa Education Bapak Budi mengatakan, Belitung menjadi tujuan mereka dikarenakan pertumbuhan pariwisatanya yang pesat dan merupakan destinasi paling siap, diantara 10 destinasi unggulan yang di tetapkan Kementerian Pariwisata, terutama dalam menarik minat wisatawan berbahasa Mandarin.

Karena jumlah wisatawan asing yang terus meningkat, maka pelaku wisata wajib menambah skill dengan penguasaan bahasa asing. Dari jumlah turis asing di dunia sebanyak 122 juta adalah turis berbahasa Mandarin. Dari jumlah tersebut hanya 1,5 juta yang mengunjungi indonesia.

"Diharapkan seiring peningkatan kemampuan pelaku wisata berbahasa Mandarin akan mempengaruhi peningkatan jumlah kujungan wisatawan berbahasa Mandarin ke Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima Pos Belitung, Rabu (27/9/2017)

Erling Rinanto, Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Belitung menyampaikan, saat ini kita baru memiliki tiga pemandu wisata berbahasa Mandarin, dengan adanya pelatihan bahasa online ini tentunya merupakan peluang yang luar biasa dalam penigkatan kemampuan bahasa.

Ketua Asosiasi Pelaku Wisata Indonesia (ASPPI) DPD Bangka Belitung Agus Pahlevi menyatakan, selain attitude dan knowledge, sudah selayaknya pelaku wisata memiliki skill yang sesuai denga standar kompetensi di masing masing profesi sesuai SKKNI.

Hal ini merupakan salah satu faktor brand image suatu destinasi untuk membuat ketertarikan wisatawan untuk datang.

Salah satunya adalah dengan menguasai bahasa asing, terutama Inggris dan bahasa lain yang disesuaikan dengan segmentasi pasar, misalnya mandarin, Jepang, maupun Prancis.

Hal lain yang mendukung meningkatnya kunjungan wisatawan asing adalah promosi dan aksesibilitas.

Dengan seringnya berpromosi dan bandara internasional yang dimiliki Belitung diharapkan bisa menaikkan jumlah kunjungan secara signifikan.(*)

Editor: rusmiadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help