Sekda Belitung Akui Sulit Mengubah Mindset Masyarakat ke Pariwisata

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Karyadi Sahminan mengatakan, ada 'PR' besar yang dihadapi

Penulis: Disa Aryandi | Editor: Evan Saputra
Pos Belitung/Disa Aryandi
Penandatangan nota kesepakatan itu, dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Belitung Karyadi Sahminan dan Rektor UBB Dr Muh Yusuf M.Si, Kamis (2/8/2018) diruang rapat Bupati Belitung 

Laporan wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung Karyadi Sahminan mengatakan, ada 'PR' besar yang dihadapi oleh Belitung pada waktu 10 tahun kedepan.

'PR' tersebut ialah untuk mengubah mindset masyarakat dari tambang ke pariwisata. Mengubah pola pikir masyarakat itu, tidak seperti membangun infrastruktur.

"Kalau infrastruktur sangat mudah, tapi membangun pola pikir ini sulit, karena ini sangat berhubungan erat dengan SDM (sumber daya manusia). Karena 10 tahun sebelumnya, mainset masyarakat bukan seperti sekarang. Dulu pertambangan, sekarang berbicara pariwisata," kata Karyadi kepada posbelitung.co Kamis (2/8/2018).

Apabila pola pikir masyarakat dulu, perikanan atau pertanian. Kata Karyadi tidak begitu berat mengubah mindset, lantaran ekonomi yang mereka dapatkan melalui proses sangat panjang, dan tidak jauh dekat pola ekonomi pariwisata.

Baca: Lama Menjomblo, Pria Ini Nyaris Perkosa Tetangganya yang Sedang Tertidur

"Kalau pertambangan, kasarnya minggu depan hari sabtu sudah dapat uang lagi. Cari timah, 'ngelimbang' habis itu jual sudah selesai, jadi seperti menggali harta karun, jadi interaksinya hanya seperti itu," ucapnya.

10 tahun kedepan, masyarakat Belitung harus siap mengubah mindset ke arah pariwisata. Sehingga buat keluar dari tambang, diperlukan kajian agar bisa memberikan gambaran kepada masyarakat umum.

"Ini terpenting bagaimana mengalihkan mainset tersebut, dan kami sangat setuju kedepan bagaimana kita berpikir bersama-sama, mengubah mainset itu melalui pembinaan sehingga pola pikir tambang cepat berubah," ungkapnya.

Secara sistem pengembangan daerah dari segi sosial dan budaya, bisa dipercepat melalui penguatan kultur serta dorong berbagai element. Namun untuk melengkapi perihal tersebut, mau tidak mau atau suka tidak suka Belitung harus keluar dari kondisi pertambangan.

"Belitung harus mampu keluar dari kondisi itu. Karena kalau tidak, di khawatirkan SDM yang ada di Belitung nanti, akan menjadi penonton dan keluar, lama kelamaan budaya lama akan hilang," pungkasnya. (*)

Sumber: Pos Belitung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved