Rendezvous

Objek Wisata Wajib Dikunjungi di Belitung Timur

Belitung Timur memiliki segudang objek wisata alam maupun buatan, selain kaya kuliner memanjakan lidah anda. Ojek wisata yang wajib dikunjungi

Editor: Rusmiadi
Disbudpar Beltim
Objek Wisata Pantai Punai, Kecamatan Simpang Pesak, Belitung Timur 

Belitung Timur memiliki segudang objek wisata alam maupun buatan, selain kaya kuliner yang akan memanjakan lidah anda. Berikut objek wisata yang wajib anda kunjungi;

Open Pit
Sejarah Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tak lepas dari pertambangan biji timah yang semula dilakukan oleh Belanda. Pada awalnya Belanda mendatangkan buruh tambang dari daratan Cina. Setelah Indonesia merdeka, pertambangan ini diambil alih oleh negara. Bekas-bekas pertambangan yang pernah dibuat Belanda masih dapat kita saksikan pada saat ini.

Vihara Kwan Im
Ini adalah tempat ibadah umat Budha yang sudah berdiri selama kurang lebih 300 tahun lamanya. Berjarak 58,5 km dari Bandara H AS Hanandjoeddin, vihara ini terletak di daerah perbukitan di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar.
Bangunan ini dibangun mengikuti kontur tanah yang ada sehingga akan ditemukan batu besar di dalam vihara ini. Untuk mencapai ruang utama, yaitu ruang ibadah, pengunjung harus menaiki sebanyak 83 anak tangga.
Di dalam area ibadah ini terdapat semua benda-benda yang digunakan untuk beribadah, termasuk patung Buddha yang terletak di altar dan lukisan Dewi Kwan Im. Kwan Im adalah dewi tertinggi dalam kepercayaan Budha.
Mereka juga dapat memenuhi rasa keingintahuan tentang bagaimana masa depan mereka nantinya. Dari teras atas, pengunjung dapat menikmati pemandangan menakjubkanyang mengarah ke laut yaitu pantai Burung Mandi.

Warkop Manggar
Kota Manggar telah diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebagai Kota 1001 Warung Kopi. Bahkan pada tahun 2009, MURI (Museum Rekor Indonesia) mencatatkan Kota Manggar sebagai kota dengan rekor 17070 orang minum kopi bersama. Menikmati Kopi Manggar menjadi keasyikan tersendiri, suasana santai dan ramah dari setiap pengunjung dapat menghilangkan rasa lelah dan jenuh dari rutinitas sehari-hari.

Pantai Serdang
Pantai Serdang atau disingkat Panser oleh penduduk setempat, terletak di tengah Kota Manggar dan dekat dengan pasar modern Lipat Kajang. Dari Bandara H AS Hanandjoeddin jaraknya 80,5 km.
Dengan karakteristik pantai yang panjang berpasir putih lembut dan warna air laut yang beragam, mulai dari hijau muda sampai biru tua, membuat pantai ini sangat indah. Ditambah lagi dengan adanya pohon pinus di sepanjang pantai yang membuat pantai ini teduh.
Terdapat warung-warung yang menjual makanan dan minuman khas daerah dan juga pantai landai yang baik untuk berenang dan snorkeling membuat destinasi wisata ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga. Kegiatan memancing juga dapat dilakukan karena pantai ini terletak dekat dengan muara yang mengarah ke sebuah danau.

Pantai Nyiur Melambai
Pantai ini terletak di desa Lalang, Kecamatan Manggar dan berjarak 90 km dari Bandara H AS Hanandjoeddin. Garis pantai yang panjang membuat pengunjung leluasa melepas pandangan ke segala penjuru. Beberapa pohon pinus dan banyak pohon kelapa sepanjang pantai membuat indah pantai ini.
Pasir pantai yang putih dan luas sangat tepat untuk rekreasi keluarga. Ada pula beberapa perahu nelayan tradisional diparkir di satu sudut pantai. Pada saat musim panas, pengunjung dapat memanjakan mata dengan memandang warna biru air laut yang sangat indah. Pengunjung juga dapat membeli hasil karya penduduk setempat di galeri yang terdapat di pantai ini dan juga berwisata kuliner di destinasi wisata ini.

Replika SD Laskar Pelangi dan Museum Kata
Di situs ini terdapat replika bangunan sekolah dasar Muhammadiyah yang menjadi lokasi syuting utama di film layar lebar Laskar Pelangi. Bangunan ini terletak di daerah Bukit Raya di Desa Lenggang, Kecamatan Gantung dan berjarak 65 km dari Bandara H AS Hanandjoeddin. Bangunan lama ini terdiri dari dua buah kelas dan satu ruang guru. Sekolah ini terbuat dari kayu dan atap seng. Untuk mencapai bangunan tua ini, pengunjung harus sedikit mendaki bukit pasir setelah memasuki gerbang utama.
Museum Kata terletak di Desa Selinsing, Kecamatan Gantung. Museum ini berupa bangunan rumah tinggal tradisional. Dulu ini adalah rumah tinggal novelis terkenal Andrea Hirata. Dia adalah penulis yang menulis novel berjudul Laskar Pelangi, yang kemudian dibuat film layar lebar.
Di novel ini penulis bercerita tentang kisah hidupnya semasa kecil. Dia tidak hanya menulis satu novel tapi banyak novel yang juga diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Ketika masuk ke dalam rumah ini, pengunjung akan disuguhi dengan banyak kata-kata dan gambar-gambar. Suasana di dalam museum ini sangat menenangkan dan membuat pengunjung terinspirasi.

Kampoeng Ahok
Kampong Ahok terletak di Desa Lenggang Kecamatan Gantung, berseberangan dengan Galeri Batik de Simpor. Ditempat ini pengunjung bisa melihat rumah tradisional khas Belitong yaitu rumah panggong yang terbuat dari kayu. Di tempat ini pengunjung bisa bersantai sambil menikmati ragam kuliner khas Belitung.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved