Kisah Polwan Australia yang Berhijab
Namanya Maha Sukkar. Dia adalah polisi wanita (polwan) berpangkat Senior Constable di Kepolisian Victoria, Australia. Polwan yang berhijab.
Sehari-hari, Maha bertugas di Kepolisian Wilayah Selatan, tepatnya di Dandenong.
"Sebagai polisi kami tidak seharusnya 'menakutkan'. Itu satu hal, kami tak seharusnya 'menakutkan'," kata dia.
Didukung atasan
Meski berhijab, Maha Sukkar dengan leluasa menjalankan tugasnya sebagai polisi wanita (polwan) di Victoria.
Kepolisian Victoria sudah mengizinkan polwan berhijab sejak 11 tahun lalu, atau lebih dulu daripada kebijakan di Indonesia.
"Sebelas tahun lalu saat saya bergabung di Kepolisian Victoria, tak ada polisi yang memakai hijab di Australia. Saat saya bergabung, aturan berubah, mereka mengakomodasi polisi dari semua kalangan, termasuk Islam, sebelas tahun lalu," demikian kata Maha Sukkar, polisi berpangkat Senior Constable.
Sebagai negara dengan mayoritas non-Muslim, kebijakan Kepolisian Victoria tentu bisa dikatakan progresif.
Kepolisian Victoria, imbuh Maha, bahkan mengakomodasi kewajibannya shalat 5 waktu hingga mendesainkan seragam hijabnya.
"Saya shalat 5 waktu sehari, saya juga rutin puasa. Kepolisian Victoria sangat mengakomodasi. Mengorganisasi tempat shalat saya, membuat jilbab saya, dan mereka juga memberikan saya kesempatan beribadah puasa saat Ramadan, mereka mengizinkan saya untuk tidak bekerja saat pagi dan magrib, mengorganisir buka puasa," celoteh Maha.
Dia mengakui lingkungannya sempat penasaran saat dirinya menjadi polisi dengan penampilan berhijab. Banyak yang bertanya-tanya akan penutup kepala yang dikenakannya itu.
Namun Maha selalu punya cara unik menjelaskannya.
"Pertama kali orang melihat saya terus memandang seperti 'Mmmm.. benda apakah kamu? Dan saya mengatakan saya adalah seorang muslimah, saya memakai hijab, dan kadang saya bercanda saya adalah ninja atau smurf. Senyum yang lebar akan meruntuhkan semua halangan dan memulai percakapan," tuturnya.
Selain dirinya, ada seorang polwan lagi yang berhijab di Kepolisian Victoria.
Bahkan di Kepolisian Victoria, ada perkumpulan komunitas polisi yang muslim.
"Ada 2 polisi berhijab di sini, tapi kami punya Victoria Police Moslem Association, 35 orang anggotanya," imbuhnya.
Maha lantas menceritakan bahwa Kepolisian Victoria sangat mendukung kehidupan multikultural, baik internal kepolisian atau di tengah masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/hijab_20151127_194837.jpg)