Profesor Ini Ingatkan Pencuri Patung Papua Mengembalikan Curiannya Sebelum Dikutuk
Patung dari Papua Nugini itu dibelinya dari kawasan Sungai Sepik yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Tokyo
POSBELITUNG.COM, TOKYO - Seorang Guru Besar Universitas Mie Fakultas Humaniora, Asia Tenggara dan Oseania dari antropologi budaya, Profesor Masao Ishii (65) membuat surat kepada pencuri patung Papua agar segera mengembalikan patungnya.
Bukan soal uang atau lainnya, tetapi ditakutkan patung itu akan mengutuk sang pencuri, sehingga sangat berbahaya.
"Tidak terlalu terlambat sekarang kalau patung saya dari Papua itu dikembalikan. Kami sudah melaporkan kepada polisi. Segera dikembalikan karena kutukan akan sangat kuat dan berbahaya terhadap pengambilnya," tulis suratnya.
Patung dari Papua Nugini itu dibelinya dari kawasan Sungai Sepik yang berada di perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini, merupakan kerajinan tangan tradisional setempat.
Patung kayu dengan dekorasi ini memiliki tinggi satu meter dan berat sekitar 10 kilogram.
Dihormati sebagai gambar menyembah nenek moyang di daerah Sepik, sebagai tanda kehadiran malaikat pelindung, yang diabadikan dalam bidang-bidang seperti gedung pertemuan.
Ishii membeli beberapa puluh ribu yen ketika mengunjungi Papua Nugini dalam perjalanan ke Papua untuk penelitian pada tahun 1989.
Sejak itu, patung ditempatkan di depan laboratorium Ishii, dijadikan seperti kotak pos.
Jadi kalau siswanya mau kirim surat atau laporan ditaruh di situ sehingga menjadi simbol dari laboratoriumnya.
Patung itu hilang, 25 November 2009 antara pukul 17.00 hingga 19.00. Kemudian Ishii, yang melihat patungnya sudah tidak ada, langsung ke kantor polisi dan membuat surat kehilangan serta membuat surat selebaran agar masyarakat bersama-sama mencarinya kembali.
Hingga Senin (14/12/2015) patung itu belum kembali dan tak ada kabarnya.
"Kutukan yang kuat memang sangat berbahaya. Anda tidak dapat diobati di negara ini," katanya lagi.
Flyer dipasang di pintu laboratorium Ishii itu, dan gambar juga dipublikasikan di internet, telah menyebar ke berbagai media sosial hingga kini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/surat_20151214_220930.jpg)