Breaking News:

Pria Ini Terancam Bui 37 Tahun Gara-gara Ejek Anjing

Seorang buruh nampaknya akan menerima hukuman bui 37 tahun, gara-gara mengejek anjing peliharan raja Thailand.

New York Times/AFP/Bangkok Post/Chaiwat Sardyaem
Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, bersama anjing peliharannya, Tongdaeng, ketika sedang menyaksikan kompetisi perahu pada 2008. (New York Times/AFP/Bangkok Post/Chaiwat Sardyaem) 

POSBELITUNG.COM, BANGKOK - Seorang buruh nampaknya akan menerima hukuman bui 37 tahun, gara-gara mengejek anjing peliharan raja Thailand.

Di Thailand, ada hukum yang menyatakan bahwa mengkritik, menjatuhkan, atau menyinggung anggota keluarga kerajaan adalah sebuah tindak kriminal.

BACA: (Video) Belahan Dada Penjual Cantik Gegerkan Dunia Maya

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej memiliki seekor anjing peliharaan yang dikatakan setia, penurut, dan sangat dikasihi sang raja, yaitu Tongdaeng.

Saking disayanginya, Bhumibol sampai menuliskan sebuah buku berilustrasi tentang si anjing dan rilis pada 2002.

Bahkan, sudah ada film animasi yang terinspirasi kisah Tongdaeng, yaitu "Khun Tongdaeng".

BACA: Berhubungan Badan dengan PSK di Hotel, Kakek Ini Kejang Lalu Tewas

Sampai kemudian, pria bernama Thanakorn Siripaboon itu ditangkap dan terancam menerima hukuman penjara selama 37 tahun karena mengunggah sebuah postingan ejekan sarkas soal Tongdaeng dan sang raja di internet.

Thailand memang kerap mendapat kecaman atas kemiliterannya yang kerap menangkap dan menahan banyak jurnalis, akademisi, politisi, dan mahasiswa atas kritik-kritiknya terhadap keluarga kerajaan.

"Saya tak sampai terpikir (kemiliteran Thailand) akan memberlakukan hukum tersebut atas anjing kerajaan itu. Sungguh tak masuk akal," kata seorang pengacara yang mewakili Thanakorn, Anon Numpa.

BACA: Cegah Kanker Usus Besar, Ini Makanan yang Perlu Dihindari

Thanakorn telah ditahan dan dijadwalkan menghadap persidangan pada Senin (14/12/2015).

Meski kasus ini mendapat perhatian besar, pemberitaannya dikatakan tak terlalu banyak dan mendalam.

Di media sosial, diskusi mengenai topik pun jarang.

Diduga karena banyak yang khawatir jika turut menggemborkan hal dianggap sensitif itu juga akan menerima sanksi. (The Guardian/New York Times)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved