Menelusuri Titik GMT Gunong Tebalu
Jejak Rusa di Ketinggian 165 Meter
Bukit setinggi 165 meter ini menyimpan sejumlah potensi unik salah satunya yakni jejak keberadaan hewan langka rusa Belitong.
Laporan Wartawan Pos Belitung Wahyu Kurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Gunong Tebalu di Dusun Bebute Desa Terong Kecamatan Sijuk merupakan satu dari sekian banyak titik pemantauan gerhana matahari total (GMT) di Kabupaten Belitung, 9 Maret 2016 mendatang.
Bukit setinggi 165 meter ini menyimpan sejumlah potensi unik satu diantaranya yakni jejak keberadaan hewan langka rusa Belitong.
Jejak itu tampak sekitar 20 meter sebelum sampai ke puncak bukit. Ketua Kelompok Wisata Gunong Tebalu Maulid menunjuk jejak itu pada sebatang pohon berdiameter enam sentimeter yang kulitnya mengelupas.
Menurutnya, bekas luka pada kulit pohon bukannya karena serangan penyakit atau gangguan hewan pengerat.
“Ini bekas tanduk rusa, bekas ini muncul saat rusa mengasah tanduknya pada batang pohon, bekas sayatan di kulit pohon ini tingginya sekitar 80 sentimeter, artinya mungkin rusanya masih muda,” kata Maulid kepada
posbelitung.com, Senin (4/1/2015) sore.
Setibanya di puncak bukit, jejak rusa kembali ditemukan. Kali ini jejak rusa berada pada sebatang pohon yang lebih besar dari sebelumnya dengan diameter sekitar 15 sentimeter.
Bekas sayatan pada pohon itu pun lebih tinggi yakni sejajar dada orang dewasa. Melihat tinggi sayatan tersebut Maulid yakin bahwa itu adalah bekas rusa paling besar di kawasan Gunong Tebalu.
Sekitar setahun lalu ia pernah melihat rusa tersebut dengan mata dan kepalanya sendiri.
“Saya dulu sampai tak bisa bergerak, matanya saja sudah setinggi dada kita, cuma waktu itu malam hari jadi saya tidak bisa berbuat banyak,” kata Maulid.

Tanah di areal puncak bukit juga banyak ditemui jejak kaki rusa. Setelah diikuti jejak tersebut berhenti di sebuah tumpukan rumput di atas sebuah batu granit besar.
Tumpukan rumput itu tampak rata seperti sarang ayam bertelur. Beberapa tangkai rumput terlihat putus sebagai tanda bahwa rusa pernah beristirahat di situ sambil mengunyah rumput.
Setidaknya terdapat tiga tempat yang sama di sekitar punggung bukit. Melihat bekasnya, Maulid yakin belum satu belum rusa pernah sampai ke puncak bukit Gunong Tebalu.
“Kalau kami perkirakan mungkin jumlahnya ada lima ekor di sini, dua diantaranya sudah tua dengan tanduk yang sudah bercabang-cabang, warga sering melihat mereka secara tidak sengaja, gerakannya cepat,” kata
Maulid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/bekas_20160105_085904.jpg)