Pembunuh Mirna Terungkap dengan Metode Ini

Peneliti intelijen UI Ridlwan Habib menilai, Polda sedang mematangkan semua bukti agar konstruksi kasusnya kuat.

Grafis Warta Kota
Wayan Mirna Salihin (27). 

Pembunuhan dengan racun, tidak sederhana, butuh mental sangat kuat dan perlu perencanaan matang.

"Tidak mungkin spontanitas, artinya si pembunuh pasti berkomunikasi dengan orang lain, baik melalui SMS, Whatsapp, telepon , dan semacamnya," katanya.

Data itu bisa dijadikan bahan penyidikan yang amat berharga. Bagaimana jika sms sudah dihapus ?

Menurut Ridlwan, hal itu sama sekali bukan masalah.

"Alat cyber forensik bisa mengambil data yang sudah didelete. Mereka juga bisa kerjasama dengan operator telepon seluler yang punya Cdr atau call data recorder," katanya.

Cdr lazimnya disimpan di database provider hingga 3 bulan sebelumnya.

Like/Suka : Pos Belitung  Follow : @Posbel

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved