Terdesak, Petinggi ISIS Pindah ke Libya
Kota tersebut telah dikuasai ISIS sejak tahun lalu. Sirte adalah kampung halaman mantan pemimpin Libya, Muammar Khadafy.
"Kami sangat menanti dukungan dari NATO. Namun, serangan udara saja tidak akan bisa mengalahkan ISIS. Apa yang dibutuhkan tentara kami adalah dukungan logistik."
Sementara itu, perwakilan 23 negara, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, mengadakan pertemuan di Roma, Selasa (2/2/2016) lalu, membahas terus meningkatnya ancaman ISIS di Libya.
Amerika mengaku telah mengirim pasukan khusus, dalam jumlah kecil, beberapa minggu terakhir.
Hal yang sama juga telah dilakukan sejumlah negara NATO lainnya.
Namun, tentara Libya di Abugrein menegaskan, mereka tidak ingin melihat tentara barat berada di daratan di Libya.
"Kami, orang Libya, yang akan bertarung. Kami tak butuh tentara asing," ungkap sejumlah tentara
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/pimpinan-isis_20160204_145951.jpg)