saham Industri pertahanan

Rizal Tawarkan Saham Industri Pertahanan Indonesia ke Asean

Mengandalkan pajak dalam negeri maka industri pertahanan kita tumpul.

tribunnews
Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PT DI) Budi Santoso mendampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Moeldoko dan sejumlah pejabat lainnya meninjau enam helikopter Bell-412 EP pesanan Kemenhan RI pada acara penyerahan yang dilakukan di Hanggar Rotary Wing Kawasan Pabrik II PT DI, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (15/3/2013). 

Rizal Tawarkan Saham Industri Pertahanan Indonesia ke Asean

POS BELITUNG.COM, MATARAM - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengajak negara-negara di Asia Tenggara memegang saham minoritas industri pertahanan Indonesia sehingga lebih memperkuat industri dalam negeri.

"Indonesia mengajak negara-negara ASEAN memegang saham industri pertahanan Indonesia. Karena kalau mengandalkan pajak dalam negeri maka industri pertahanan kita tumpul," katanya di Mataram, Senin.

Ajakan itu dikatakannya saat memberikan sambutan dalam acara "Konvensi Nasional Media Massa, Refleksi Pers Nasional Menjawab Tantangan Pembangunan Poros Maritim dan Menghadirkan Kesejahteraan".

Rizal mencontohkan, industri pesawat Airbus ketika hanya dikuasai Prancis tidak laku namun ketika mengajak negara-negara Eropa, akhirnya bisa mengalahkan perusahaan Boeing.

Menurut dia, kalau negara-negara ASEAN memegang saham minoritas industri pertahanan maka mereka akan membeli peralatan perangnya dari Indonesia.

"Diharapkan industri pertahanan Indonesia menjadi raksasa. Misalnya memegang 20 persen saham PT Pindad dan PT Dirgantara Indonesia," ujarnya.

Menurut Rizal, saat ini merupakan momentum industri maritim Indonesia menjadi jagoan di tingkat global. Kondisi itu, ujar dia, karena industri maritim padat Sumber Daya Manusia dan kecenderungannya saat ini berada di Indonesia.

"Pembangunan kapal laut tadinya dilakukan negara Eropa, pindah ke Jepang karena mahal lalu ke Korea Selatan dan sekarang pindah ke Indonesia dan Vietnam," katanya.

Rizal mengatakan, Indonesia beberapa waktu lalu berhasil mengekspor kapal perang ke beberapa negara dan itu menunjukkan industri pertahanan dalam negeri sudah maju.

Namun, menurut dia, Indonesia masih kurang dalam hal "branding" dan "marketing" dalam memasarkan produk industri pertahanan dalam negeri. (ant)

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved