Kisah Bule Amerika Pilih Bukit Samak untuk Foto Gerhana
Moncong lensa dua kamera tersebut menghadap posisi matahari pagi, arah timur pemandangan laut yang terbentang di kawasan ini.
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Dua perangkat kamera terpasang pada tripod-nya masing-masing di kawasan puncak perbukitan A1, Bukit Samak, Kecamatan Manggar, Kabupaten Beltim, Selasa (8/3/2016) pagi.
Moncong lensa dua kamera tersebut menghadap posisi matahari pagi, arah timur pemandangan laut yang terbentang di kawasan ini.
Pemiliknya adalah David William. Seorang pria asal Texas, Amerika Serikat, dan telah menetap di Jakarta selama beberapa tahun sebelumnya.
Dia memproklamirkan diri sebagai penghobi fotografi dan peminat gerhana.
Di kawasan Bukit Samak, Selasa (8/3/2016) pagi, dia tampak sibuk mengeset peralatan dua kameranya. Satu diantaranya adalah lensa tele putih.
Tak jauh darinya juga ampak peralatan pendukung kamera profesional lainnya. William mengatakan, sedang menguji peralatan kameranya agar bekerja dengan baik untuk besok.
"Today, I'm practice (saya sedang latihan hari ini)" kata pria berusia 63 tahun itu.
"I've been here since 4.00 a clock. (Saya sudah ada di sini [latihan] sejak pukul 4.00 WIB," ujarnya lagi.
William menceritakan, sebelum memutuskan untuk mengabadikan fenomena GMT 2016 di kawasan Bukit Samak, dia telah mengunjungi sejumlah tempat lain semisal pantai dan candi di Pulau Belitung.
Dia juga tahu bahwa ada tempat lain di Beltim dengan berbagai acara saat GMT 2016, Rabu (8/3/2016) besok.
Namun, dia lebih memilih kawasan Bukit Samak, Manggar, Beltim sebagai lokasi strategis.
"I choose here... Because it close to the beach," ujarnya.
Meski punya peralatan kamera mumpuni, William tetap merendah.
Dia menolak jika disebut photographer adalah profesinya dengan lebih memilih bahwa fotografi hanyalah adalah hobinya.
"I'm a mature foographer. I'm not a profesional fotograper. It just my hobby,"
William punya alasan kenapa ia berada di Belitung Timur untuk momen GMT. Dia tertarik dengan fenomena gerhana.
Dia mengatakan, Gerhana Matahari juga akan terjadi di Amerika Serikat pada Agustus 2017 mendatang. Saat itu terjadi, William kembali akan berada di Amerika Serikat 2017 mendatang.
"We gonna have a big eclipse in USA," katanya.
Selain itu dia juga mengatakan belum pernah menginjak Pulau Belitung sebelumnya. Bersama istrinya, dia menginap di kawasan perbukitan A1, Bukit Samak, Kabupaten Beltim, sejak Senin (7/3/2016) kemarin.
"I never be in Belitong (before). So, it's a way to come. It's beautiful place (Saya belum pernah ke Belitung sebelumnya. Momen GMT 2016 adalah sebuah alasan untuk ke sini. Belitong adalah tempat yang indah)," ujarnya.
Pos Belitung juga sempat mengamati posisi matahari di kawasan A1 Bukit Samak pukul 6.40 WIB, satu hari sebelum GMT 2016, Selasa (8/3/2016). Posisi matahari sudah mulai beranjak naik dibandingkan posisi matahari di kawasan Pantai Nyiur Melambai.
Matahari juga terlihat jelas menyembul disamping segumpalan awan putih di sebelah kirinya.
Pada H-1, di puncak kawasan perbukitan yang juga daerah Rumah Dinas Bupati Beltim ini relatif sepi.
Tampak seorang fotografer sedang mencoba dua perangkat kameranya. Ia mengarahkan moncong lensa ke lautan di arah timur. Kamera-kamera itulah milik David William, penghobi fotografi dan peminat gerhana asal Texas, Amerika Serikat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/matahari_20160308_124629.jpg)