Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung Ini Ternyata Bisa Bikin Awet Muda

Rusip mengandung asam amino yang tinggi dan asam laktat yang tinggi sehingga berguna untuk pencernaan dan membuat awet muda.

Tayang:
dkp.babelprov.go.id
Rusip 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Jika Anda mau awet muda makanlah rusip. Rusip yang merupakan makanan khas Bangka terbuat dari ikan teri atau ikan kecil yang sudah difermentasikan.

Ternyata dibalik penampakannya yang ekstrem, rusip mengandung asam amino yang tinggi dan asam laktat yang tinggi sehingga berguna untuk pencernaan dan membuat awet muda.

Prof Rindit Pambayun dari Pusat Penelitian Pangan Universitas Sriwijaya, menjelaskan rusip diproses dengan fermentasi menggunakan bakteri asam laktat yang bermanfaat untuk pencernaan.

"Kalau ingin awet muda makan makanan berfermentasi dari bakteri baik mengandung asam laktat yang tinggi karena berasal dari bakteri yang menguntung. Saya ingin menusantarakan rusip dan merusipkan nusantara. Ibu saya kalau saya Bangka selalu minta dibawain rusip. Saya bawa ke Yogja enak sekali kata teman-teman," ungkap Randit dalam penyampaian mengenai pengembangan produk, Jumat (8/4/2016) di ruang kerja Bupati Bangka.

Pertemuan tersebut juga diikuti Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka M Kamil Abu Bakar dan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Kabupaten Bangka Thony Marza.

Saat dia kuliah pascasarjana di Vietnam juga diundang profesor pengembangan teknologi pangan ASEAN diajak makan ke restoran paling enak.

Saat hidangan tersaji sang profesor bersama asistennya minta pramusaji mengeluarkan makanan paling enak, spesial untuknya.

"Saya cium bau rusip ekstrak ikan saya bilang ini Bangka Belitung banyak, saya suka sekali. Tadinya dia tidak mau menawarkan ke saya karena takut saya tidak akan mau sebab makanan itu kata dia special for me (khusus untuknya-red). Akhirnya kita makan bersama. Saya lihat disana agak berbau tapi rusip lebih baik," cerita Prof Rindit.

Menurutnya rusip mengandung senyawa fungsional yang tidak kalah dengan yakult dan yogurt. Untuk itu rusip bisa dikembangkan jika dikemas lebih baik, dianalisa gizinya, lama penyimpanannya, cara memasaknya, berapa banyak takarannya dan lain-lain.

Sehingga bisa dipasarkan karena untuk syarat pangan ada lima yakni aman, nutrisi/bergizi, enak, menyehatkan dan halal. Rusip bahkan bisa menembus market luar negeri bisa bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Saya minta Pemerintah Kota Pangkalpinang menjadikan rusip ini jadi icon. Kita bisa saling support satu dengan lain. Kemasannya perlu diperhatikan. Bisa bersaing di ARC ini bisa jadi produk single market. Satu pasar besar. Rusip ini makanan fungsional sudah dikaji, dia dibuat dengan fermentasi bakteri baik yang sudah analisa dan komponen asam animo tinggi, selain menyehat rusip jadi penyedap makanan," saran Randit yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Teknologi Pangan Indonesia.

Potensi dan peluang rusip juga disampaikan rekannya DR Budi Santoso dari Tim Puslit UNSRI.

"Tempoyak, rusi, yakult sama gizinya. Seperti Pak Pambayun bilang bagus untuk pencernaan buat awet muda. Mengapa tidak kita promosikan rusip milik kita sendiri, malah mempromosikan yakult milik orang luar," ungkap Budi.

Menurutnya jika rusip akan dikembangkan dan diekspor maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut aman atau tidak, berapa banyak boleh makan sehari, berapa kandungan gizinya, umur penyimpanannya, cara memasaknya dan kemasannya harus diperbaiki sehingga rusip bisa menembus pasar luar negeri.

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved