Ikuti Dialog Kebangsaan, Yusril Sebut Siap Pimpin dan Benahi Jakarta

"Saya tegaskan di sini bahwa saya ingin membenahi Indonesia. Dan membenahi Indonesia itu harus dimulai dengan membenahi ibukota,"

Tribunnews.com/Rachmat Hidayat
Yusril Ihza Mahendra dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok (22/4/2016). 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan alasannya mengapa ia ingin menjadi gubernur DKI Jakarta, padahal ia pernah menduduki jabatan penting di tingkat nasional, termasuk tiga kali menjadi menteri.

"Saya tegaskan di sini bahwa saya ingin membenahi Indonesia. Dan membenahi Indonesia itu harus dimulai dengan membenahi ibukota," ujar Yusril dalam dialog kebangsaan di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok (22/4/2016).

Dialog kebangsaan bertajuk 'Dari UI untuk Bangsa' ini dihadiri para alumni UI seperti Akbar Tandjung, Ridwan Saidi, Fahri Hamzah, rektor UI Prof Mohammad Anis, dan para mahasiswa UI.

Yusril menambahkan, sebagai ibukota negara, Jakarta merupakan gerbang yang menentukan baik buruknya Indonesia.

"Kalau ibukota bagus negara akan bagus, kalau ibukota rusak maka negara pun rusak," tambah Yusril.

Dalam pandangan Yusril, selama ini Jakarta sebagai ibukota negara tidak dapat melakukan pembangunan dan pembenahan secara maksimal.

Sebab, terdapat tumpang tindih antara Jakarta dengan pemerintah pusat.

"Kewenangan pemerintah daerah membangun Jakarta sangat terbatas, sementara pemerintah pusat juga tidak bisa begitu saja campur tangan menangani masalah-masalah yang ada di ibukota," papar Yusril.

Karena itu, lanjut Yusril, jika dirinya terpilih menjadi gubernur akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Jakarta dipimpin langsung seorang menteri utusan wilayah ibukota yang bertanggung jawab kepada presiden.

Pidato Yusril dalam dialog kebangsaan ini mendapat sambuat antusias dari para alumni dan mahasiswa. Penampilan alumni fakultas hukum dan fakultas sastra ini memukau audiens.

Bahkan, saat memulai pidatonya, Yusril meneriakkan kata 'Merdeka' sebanyak tiga kali.

"Kata Merdeka ini perpaduan Islam dan nasionalis, PNI dan Masyumi," kata Yusril menjelaskan.

Kepada keluarga besar UI, Yusril juga minta doa restu agar ada alumni yang menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Sebagai bagian keluarga besar UI, saya siap memimpin dan membenahi Jakarta," kata Yusril.

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved