Menkeu Minta Warga Tak Ribut, Harga BBM Subsidi Dipastikan Aman hingga Akhir 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menggaransi harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026

Penulis: Evan Saputra | Editor: Evan Saputra
Dok Tribunnews/Dok Tribunnews
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menggaransi harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026, meski belanja negara kini tengah mengalami defisit. 

POSBELITUNG.CO - Masyarakat diminta tidak panik dan khawatir akan lonjakan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah menggaransi harga BBM subsidi tetap stabil hingga akhir tahun 2026, meski belanja negara kini tengah mengalami defisit.

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2026 mencatat defisit Rp 240,1 triliun hingga Maret 2026. Angka ini setara 0,93 persen terhadap produk domestik bruto.

Menkeu Purbaya menyebut defisit awal tahun merupakan bagian dari desain anggaran.

“Jadi ketika ada defisit masyarakat bapak ibu jangan kaget. Memang anggaran kita desain defisit. Kalau belanja dibuat lebih merata sepanjang tahun, seharusnya kuartal pertama ini defisitnya lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Baca juga: Cek Weton dan Penanggalan Hijriah di Kalender Jawa Pekan Kedua April 2026

Pendapatan negara tercatat Rp 574,9 triliun. Realisasi ini setara 18,2 persen dari target Rp 3.153,6 triliun dan tumbuh 10,5 persen secara tahunan. Belanja negara mencapai Rp 815 triliun atau 21,2 persen dari pagu.

Angka ini meningkat 31,4 persen dibanding periode sama tahun lalu. Kenaikan belanja yang lebih cepat dari pendapatan mendorong defisit pada awal tahun.

Keseimbangan primer juga mencatat defisit Rp 95,8 triliun. Sementara pembiayaan anggaran sudah terealisasi Rp 257,4 triliun atau 37,3 persen dari target. Pemerintah menilai kondisi ekonomi domestik masih solid.

Sejumlah indikator menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global. Aktivitas industri bertahan di zona ekspansi selama delapan bulan. PMI manufaktur berada di level 51,1 pada Maret 2026. Likuiditas meningkat. Uang beredar dalam arti sempit tumbuh mendekati 20 persen secara tahunan hingga pekan ketiga Maret.

Pertumbuhan kredit investasi mencapai 20,7 persen. Kinerja eksternal tetap terjaga. Neraca perdagangan mencatat surplus dan cadangan devisa setara 5,9 bulan impor. Daya beli masyarakat masih kuat.

Pertumbuhan terlihat pada konsumsi rumah tangga, penjualan ritel, dan penjualan kendaraan. Pemerintah menilai tekanan inflasi saat ini bersifat teknis. Faktor basis menjadi penyebab utama, bukan pelemahan fundamental ekonomi.

BBM Subsidi Tidak Akan Naik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan harga BBM bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026.

Kepastian ini disampaikan di tengah tekanan harga energi global. Ia mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai skenario untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia.

“Jadi yang bersubsidi, sampai akhir tahun aman. Jadi masyarakat tahu, tidak usah ribut, tidak usah takut. Kita sudah hitung,” ujarnya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Pemerintah menyusun simulasi pada berbagai level harga minyak. Perhitungan dilakukan pada kisaran 80 dollar AS, 90 dollar AS, hingga 100 dollar AS per barel.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved