Breaking News:

Menkumham Sebut Ini Soal Napi yang Tewas Gantung Diri

Sperma tersebut tidak mungkin keluar, bila Undang digantung setelah tewas.

TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan sisa api yang diduga akibat kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Sabtu (23/4/2016). Sekitar 1000 personil gabungan TNI-Polri terjun ke lapas untuk menenangkan warga binaan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun sejumlah petugas mengalami luka-luka akibat pelemparan yang dilakukan warga binaan. TRIBUN JABAR/BUKBIS CANDRA ISMET BEY 

POSBELITUNG.COM, JAKARTA - Tewasnya napi bernama Undang Kosim di ruang isolasi, Sabtu (24/4), telah memicu kerusuhan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banceuy, Jawa Barat.

Napi kasus narkoba yang beberapa bulan lagi akan bebas itu, ditemukan dalam kondisi tewas gantung diri di ruang isolasi.

Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly, mengaku yakin tewasnya Undang bukan rekayasa.

"Digantung waktu sudah mati dan waktu masih hidup berbeda, ada spermanya yang keluar," kata Yasonna dalam konfrensi persnya, di kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Minggu (25/4/2016)

Ia mengatakan saat Undang ditemukan tewas tergantung, petugas menemukan sperma di alat kelaminnya.

Hal itu lazim ditemukan pada seseorang yang gantung diri.

Sperma tersebut tidak mungkin keluar, bila Undang digantung setelah tewas.

Ia menduga Undang yang tengah mengurus Pembebasan Bersyarat (PB) itu frustrasi karena tersangkut kasus narkoba, oleh karena itu napi kasus narkotika tersebut memutuskan untuk gantung diri di ruang isolasi.

Sebelum ditemukan tewas, Undang sempat menjalani pemeriksaan atas kasus narkoba.

Petugas menduga Undang menyembunyikan bingkisan yang didapatnya dari orang luar lapas.

"Kalau ketahuan melanggar PB-nya bisa dicabut, dibuka kasus baru, ya bisa saja. Apapun itu, kami menyesalkan," jelasnya.

Yasonna juga mengakui, petugas sempat melakukan kekerasan terhadap Undang, pada pemeriksaan yang dilakukan sebelum napi tersebut ditemukan tewas.

Ia memastikan semua pelanggaran petugas lapas akan ditindak dengan tegas.

Pihaknya akan melakukan pemeriksaan internal, setelah petugas lapas yang melakukan pemeriksaan terhadap Undang, selesai menjalani pemeriksaan di kepolisian.

"Saya juga sudah telepon Kapolres dan Kapolda, untuk lakukan (penyelidikan) sesuai prosedur yang benar," terangnya.

Editor: Edy Yusmanto
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved