ISIS Jalan Menuju Neraka Bukan Surga

Sekarang ia mengaku telah memahami realitas sebenarnya di balik propaganda agama dari organisasi teroris yang berbasis di Raqqa, Suriah itu.

Twitter/@RT_com
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM, BERLIN - Dari seorang tukang pos lalu menjadi militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) membuat perjalanan Harry Sarfo lebih memahami realitas sebenarnya.

Setelah bergabung dengan ISIS dan kini mendekam di sebuah penjara di Jerman, Sarfo ingin memperingatkan kaum muda lainnya agar jangan mudah terbuai ajaran Islam versi ISIS.

Sarfo menyebut ISIS dengan nama Arab, yakni Daesh.

Sekarang ia mengaku telah memahami realitas sebenarnya di balik propaganda agama dari organisasi teroris yang berbasis di Raqqa, Suriah itu.

Dalam sebuah wawancara yang dirilis The Independent, Selasa (3/5/2016), melalui kuasa hukumnya, pria kelahiran Jerman itu menekankan bahwa ISIS tersesat.

“Ini bukan jalan menuju firdaus (surga); ini adalah jalan menuju neraka,” katanya tentang ISIS yang dikenalnya sejak ia bergabung menjadi militan kelompok itu pada April 2015.

Mantan tukang pos ini dipengaruhi video-video yang menampilkan penerimaan anggota baru ISIS untuk membantu rakyat Suriah akibat kekerasan senjata rezim Presiden Bashar al-Assad.

Namun, setelah ia beralih dari menenteng kantung surat pos dan menggengam senjata, situasi nyata segera menjadi terang-benderang.

Tidak seperti yang dibayangkan.

“Ketika mereka berbicara dalam video mereka memengang senjata, rasanya seperti mereka sedang memanggil Anda. Kenyataannya bohong belakang,” katanya.

“Setelah itu, Anda akan menyadarinya, tetapi sangat terlambat untuk kembali. Mereka tahu Anda tidak bisa pergi,” ulasnya.
Sarfo dilatih sebagai pejuang untuk pasukan khusus ISIS.

Bahkan ia pernah muncul dalam sebuah video propaganda sebelum memutuskan ia tidak mau menjadi bagian organisasi laknat itu.

Apa yang ia saksikan adalah kekerasan yang jauh dari kemanusiaan.

Militan merajam, melakukan pemenggalan, dan kekerasan lainnya terhadap warga sipil tidak bersalah.

“Saya sampai pada kesimpulan bahwa ini bukan jalan ke surga, itu adalah jalan menuju neraka,” kata Sarfo.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved