Breaking News:

Walikota Pangkalpinang Tegaskan Tidak Pernah Keluarkan Izin Kapal Isap

Saya tegaskan kembali, sejak saya dilantik jadi walikota, saya tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk kapal isap, kata Walikota

Bangkapos.com/Zulkodri
Walikota Pangkalpinang, Irwansyah.(Zulkodri/bapos) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Zulkodri

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Walikota Pangkalpinang, M Irwansyah menegaskan sejak dirinya dilantik menjadi walikota Pangkalpinang November 2013 lalu, belum pernah mengeluarkan perizinan apapun soal keberadaan kapal isap.

"Saya tegaskan kembali, sejak saya dilantik jadi walikota, saya tidak pernah mengeluarkan izin apapun untuk kapal isap, itu perlu digarisbawahi dan dicatat. Ditambah lagi sekarang ini, sudah berlaku UU no 23 tahun 2015 soal pertambangan bukan lagi kewenangan kabupaten/kota," ujarnya kepada bangkapos.com, Senin (09/05/2016).

Sedang soal tudingan dari Permahi, dirinya disebut, sebagai walikota pengecut, dan tidak mau menemui para pengunjukrasa. Ditegaskan walikota termuda di Indonesia ini, dirinya tidak pernah takut, menghadapi, siapapun maupun berapa jumlahnya.

"Saya bukan tidak mau menemui mereka. Tetapi memang, saat kejadian unjuk rasa disaat bersamaan kita ada agenda yang tidak kalah penting soal penyalahgunaan lem dan zak adiktif lainnya yang berbahaya bagi anak remaja saat ini. Saat itu, kita sudah berpesan agar perwakilan unjukrasa bisa masuk dan berdialog, tetapi mereka tidak mau. Malah berorasi. Pangkalpinang ini, kota berbudaya dan beretika. Jadi mari kita juga memakai etika yang baik. Ada apa kok mereka diajak berdialog dan berdiskusi kita siapkan ruang audiensi tidak mau. Ada apa ini, apa ada udang dibalik gandum" ucap Irwansyah.

Permasalahan, keberadaan kapal Isap Produksi di kawasan Pantai Pasir Padi, lanjutnya tidak serta merta, dapat diselesaikan, hanya dengan ucapan dari seorang Irwansyah selaku Walikota. Tetapi ada tempat, dan aturannya.

"Masalah tata ruang ini, ada tempatnya, di DPRD, dan instansi yang memiliki kewenangan itu. Bahkan menurut saya hal seperti ini, lebih elegan apabila dibuat seminar, apa saran maupun kritikan yang diberikan. Jangan asal tuding, dan seolah-olah walikota lepas tangan. Kita harus mengindahkan aturan dan peraturan yang ada. Sekali lagi Pangkalpinang ini, kota yang beretika, jadi mari kita sampaikan pendapat juga dengan cara etika yang baik," tegasnya.

Penulis: Zulkodri
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved