Dinas Perikanan Belitung Timur Akan Kroscek ke Pertamina Terkait Pemangkasan 80 Ton Solar Nelayan

Dinas Perikanan Belitung Timur akan melakukan kroscek ke pihak Pertamina guna menelusuri Pemangkasan 80 Ton Solar Nelayan

Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha
Staf Bidang PNKPWP Dinas Perikanan Belitung Timur, Yoo Gunadi (kanan) memberikan penjelasan terkait adanya selisih realisasi distribusi solar bagi nelayan saat diwawancarai, Jumat (17/4/2026). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kabar datang dari sektor perikanan di Kabupaten Belitung Timur terkait distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar bagi para nelayan, Jumat (17/4/2026). Pasokan yang semula sebesar 313 ton turun menjadi sekitar 220 ton.

Sebelumnya, Staf Bidang PNKPWP Dinas Perikanan Belitung Timur, Yoo Gunadi mengonfirmasi bahwa pihaknya secara rutin mengeluarkan rekomendasi kuota berdasarkan permintaan dari para nelayan. Untuk periode bulan lalu, angka rekomendasi yang dikeluarkan mencapai 313 ton solar.

"Rekomendasi itu kita keluarkan berdasarkan dari permintaan nelayan untuk BBM mereka ke laut. Untuk bulan kemarin jumlahnya sebanyak 313 ton," ujar Yoo.

Namun, data yang muncul di lapangan justru menunjukkan angka yang jauh berbeda. Realisasi pasokan yang masuk ke SPDN tercatat hanya sekitar 220 ton, yang berarti terdapat pemotongan sebesar 80 ton dari angka yang dikeluarkan dinas.

Masalahnya, hingga saat ini pihak Dinas Perikanan mengaku belum mendapatkan alasan teknis maupun kebijakan di balik pemotongan tersebut. Yoo menyebut tidak komunikasi dari otoritas penyalur terkait pengurangan ini.

"Soal terkait pemotongan yang berjumlah 80 ton itu kami tidak mengetahui. Dari pihak Pertamina pun tidak ada informasi ataupun konfirmasi terkait ini kepada kami di dinas," ucapnya.

Kondisi ini dianggap janggal karena dari sisi jumlah nelayan tidak ada perubahan yang signifikan.

Yoo menjelaskan bahwa pihaknya selalu meninjau data rekomendasi agar data yang dikeluarkan itu pasti. Berdasarkan data terbaru yang diunggah melalui aplikasi X-Star Pertamina, tercatat ada 275 unit kapal nelayan yang aktif beroperasi.

"Dari jumlah nelayan itu tidak ada mengalami perubahan ataupun pengurangan, masih tetap sama di 275 unit kapal. Data ini yang tetap kami ajukan secara konsisten melalui sistem aplikasi resmi," ungkapnya.

Dinas Perikanan berada dalam posisi sulit untuk menjelaskan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat pesisir akibat minimnya transparansi.

Yoo menyatakan bahwa dalam waktu dekat Dinas akan melakukan kroscek ke pihak Pertamina guna menelusuri akar permasalahan.

"Kalau memang ini nantinya pengurangannya terjadi terlalu signifikan sampai hampir 80 ton, dari dinas akan melakukan kroscek ke Pertamina. Apa yang menjadi kendala sehingga realisasinya berkurang," ujarnya.

Terakhir, pihak dinas berharap agar ditemukan kesesuaian data antara rekomendasi daerah dan realisasi.

"Kita cek ke Pertamina lagi bagaimana permasalahannya itu, apakah memang ada pemotongan kuota dari sana atau ada masalah teknis lain yang tidak kita ketahui selama ini," tutupnya.

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

Sumber: Pos Belitung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved