Awas Terjebak Dari Modus Arisan Online

Arisan online menyebut sistem menurun serupa dengan sistem arisan pada umumnya. Sedikit perbedaan dalam arisan online

Editor: Rusmiadi
net
ilustrasi 

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Peserta arisan online bukan mendapatkan keutungan atau uang yang sudah distor kembali lagi semula, tapi malah terjerat utang dari sistem arisan online.

Ada dua sistem. Selain sistem menurun, arisan juga dimiankan dengan sistem duet.

NR, seorang peserta arisan online menyebut sistem menurun serupa dengan sistem arisan pada umumnya. Sedikit perbedaan dalam arisan online, member yang ikut sistem menurun bisa memilih nomor urutan satu.

Syaratnya, member itu membayar iuran lebih besar dibanding member lainnya.

Menurut NR, sistem menurun sebenarnya tidak akan menimbulkan masalah bagi peserta arisan online. Pasalnya sistem itu serupa sistem arisan pada umumnya.

Namun karenanya ikut cukup banyak kloter arisan dan ada masalah di sejumlah kloter, NR akhirnya terjerat utang. Masalahnya bertambah karena dia ikut sistem duet.

NR tertarik ikut sistem duet karena untungnya lebih besar. Seorang member dalam sistem duet, katanya, bisa untung Rp 100 ribu per minggu.

"Sistem duet itu misalnya gini get Rp 3 juta per dua minggu kan yang main hanya dua orang, orang pertama ini tanpa modal sedangkan orang kedua harus transfer 1.100.000, Rp 100 ribu ini untuk biaya adm untuk owner sedangkan orang no satu dapet transferan Rp 900 ribu seharusnya 1 juta tapi karena dipotong owner jadi hanya Rp 900 ribu, dua minggu berikutnya orang pertama setor ke orang kedua nilainya Rp 2 Juta," kata NR saat ditemui Bangka Pos, Senin (16/5/2016).

NR menyebutkan dirinya lebih banyak bermain di sistem menurun bahkan dirinya mengkuti kloter get 50 juta dengan owner CE, untuk sistem duet dirinya hanya bermain di Rp 10 juta dan Rp 4.500.000.

Pengalaman sedikit berbeda diungkapkan RI, peserta arisan online lainnya di Bangka Belitung. Tertarik bergabung setelah melihat jumlah like dan comment positif member di laman grup arisan online di Facebook, RI harus merelakan uangnya hingga puluhan juta.

Di awal permainan arisan, RI mengatakan owner begitu sportif mentransfer uang arisan tepat waktu. Selain itu, RI pun merasa tak khawatir karena dirinya dinilai mengambil resiko terkecil dari arisan online.

"Di arisan online itu ada istilah orang berani main rugi buat dapet urutan nomor satu, semisal dalam 1 kloter ada 10 member. Wajarnya kan tiap orang bayar satu juta, tapi kalau di arisan online kalau mau dapet nomor urut 1 bayar Rp.1.200.000, nomor urut dua bayar Rp.1.150.000 makin bawah (nominalnya) bayarnya makin kecil," jelas RI

Pada arisan online, RI memposisikan dirinya sebagai member terakhir agar mendapat jatah iuran paling kecil dan mendapatkan keuntungan dari uang iuran lebih dari member pertama.

Dari hasil bermain arisan online pada pengalaman pertama ini RI mendapat untung senilai Rp.4.500.000. Merasa ketagihan dengan uang yang berlipat ganda, RI semakin berani bermain lebih dari 1 kloter senilai Rp 500.000.

"Main di bulan Juli sampai Desember lancar, tapi sejak Januari udah mulai macet. Owner nya hilang, member di atas yang udah dapet duit gak mau bayar lagi. Mulai Januari juga banyak yang comment di dinding halaman facebook Maria, biasanya sering online tapi sekarang lah jarang" ujarnya.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved