Berharap Untung Dari Arisan Online, Malah Terlilit Hutang Hingga Diancam
"La (sudah) lapor ke SPKT Polres, tapi katanya tidak ada undang-undang, mau dikenakan pasal apa, jadi kita juga bingung, tapi kami merasa terancam.
Putar uang dan judi
Menurut NR, arisan online lebih pada pemutaran uang dan perjudian, karena yang main di setiap kloter itu kebanyakan orang-orang yang sama, sehingga jika ada yang nyerah maka akan mempengaruhi yang lainnya, pasalnya mereka bermain di berbagai kloter ini untuk menutupi pembayaran pada kloter-kloter lain.
"Ya kayak gali lobang tutup lobang, orang yang mau main sistem duet itu biasnya main di sistem menurun, mereka ambil risiko no 1 di sistem duet itu untuk nutupin bayaran yang di menurun, kalau kena tarikan di menurun dipakai inves untuk jadi no dua di sistem duet, begitulah terus, karena setiap member itu ada Japo (Jatuh Tempo), yang main juga orang-orang itu lah kalau ada yang baru paling 10 orang," bebernya.
NR menyebutkan dirinya pernah jatuh temponya mencapai Rp 70 juta dalam satu harinya, karena ada tarikan pada kloter lainnya ia masih bisa menutupi dari itu.
Ia menceritakan dirinya mulai kolaps pada 19 april karena tidak ada lagi owner yang membuka dengan nominal yang besar sehingga ia tidak mampu lagi menutupi jatuh tempo yang harus dibayaranya pada member.
"Kalau yang owner di Babel ni kurang lebih 25 orang, ku pernah untuk dua kloter jadi owner satunya lah selesai satu lagi belum, tapi owner yang tengah ngetop ni CE, saat kami hampi kolaps dak bisa bayar japo owner-owner ini gak ada lagi bukan dengan nominal yang besar, jadi dak ketutup untuk bayar yang lainnya," terangnya.
TR, peserta arisan online lainnya terlilit tagihan dari member lain senilai Rp 175 juta. Perempuan yang bekerja di sebuah klinik kesehatan itu mengaku kerap kali didatangi member yang lain ke lokasi kerjanya dan diancam akan diadukan kepada kedua orang tuanya.
"Beberapa member tu datang ke tempat begawe ku, ngamuk-ngamuk padahal pas jam tu dak de ku, dipanggil atasan dan tegur juga ku, seharusnya member juga bepikir kalau ku dipecat gimana mau bayar uang mereka, ini ku diancam lewat HP akan diculik, disamperin terus ke rumah," kata TR.
Ingin investasi
Berstatus belum berkeluarga, tujuan TR ikut arisan online adalah investasi. Namun karena keasyikan dengan sistem duet membuat ia bermain hampir 150 kloter arisan online dengan nominal yang beragam.
"Ku banyak main di duet cuma akhir-akhir ni karena japo ku banyak ku booked no satu, biar bisa nutupin bayaran di yang lain. Karena dak de lagi buka yang besar mulai kelimpungan ku untuk bayar japo," ujarnya.
TR menyebutkan dirinya hampir dua bulan mulai ikut bermain arisan online dengan berbagai owner, ia menyebutkan modal pribadi yang ia gunakan senilai Rp 10 juta namun ia tidak menyangka dengan modal tersebut membuat ia malah berutang ratusan juta.
(Baca : Istri Pejabat Bangka Belitung pun Ikut Arisan Online)
Dirinya telah menandatangi beberapa kwitansi terkait tagihan yang diminta oleh member lain, namun ia tidak bisa melunasi hal tersebut dalam waktu singkat.
Ia bahkan mengaku mulai tidak nyaman dengan kehidupannya yang terus mendapat ancaman yang berpotensi menghilangkan karirnya.
"Untuk tarikan yang belum bayar, ku dak nekan-nekan orang, karena ku tau bagaimana rasa e ditekan, ada yang bahkan bilang mau datang ke orang tua ku, kalau ada yang nemuin orang tua dak akan ku bayar sepeserpun uangnya," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/arisan-online_20160518_105256.jpg)