Begini Nasib Nelayan Bangka Jelang Kedatangan Presiden Jokowi

Nelayan Sungai Perimping-Teluk Kelabat kini makin menjerit, karena keberadaan Tambang Inkonvensional (TI) apung Perimping

TRIBUNNEWS/Biro Pers/Laily Rachev
Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Pangkalan Udara Joint Base Andrews, Washington DC, Amerika Serika, Minggu (25/10/2015). Dibawah tangga pesawat Presiden disambut oleh Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono, Kepala Protokol Negara Amerika Serikat Ambassador Peter Selfridge Presiden dan Ibu Negara disambut juga oleh Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake. Kunjungan Presiden ke Amerika Serikat dilakukan untuk memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Riyadi

POSBELITUNG.COM, BANGKA -- Nelayan Sungai Perimping-Teluk Kelabat dari Kecamatan Riausilip, Belinyu Kabupaten Bangka dan dari Kecamatan Kelapa, Parittiga Kabupaten Bangka Barat, kini makin menjerit, karena keberadaan Tambang Inkonvensional (TI) apung Perimping yang makin tak terkendali dan jumlahnya juga bertambah.

Perwakilan masyarakat dan nelayan disekitar Sungai Perimping Achyarani mengungkapkan, sangat ironis, seharusnya dengan razia yang sudah sering dilakukan, TI Perimping setidaknya berkurang atau bersih, tapi sekarang malah bertambah banyak.

"Lihat saja di Tanjung Batu banyak yang operasi, kalau ngitung jumlah ponton, itu bisa seratus ponton lebih. Masyarakat dan nelayan sekitar Perimping hanya bisa mengeluh dan menjerit," kata Achyarani kepadabangkapos.com Abu (1/6/2016).

Ponton-ponton TI apung di sepanjang Sungai Perimping, tidak hanya menggunakan mesin mini, tapi sudah menggunakan mesin mobil, banyak juga TI tower.

Nelayan setempat Kuat menuturkan, nelayan yang mengandalkan daerah tangkapan di Pulau Kianak-Tanjung Batu dan sepanjang sungai Perimping, hanya bisa pasrah.

"Apa mungkin akan melawan, masuk saja kami nggak berani, karena jumlah TI apung disana makin bertambah, bukan malah berkurang, kami hanya bisa mengeluh dan menjerit, tapi jeritan kami seolah tak di dengar orang," tutur kuat.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Republik Indoensia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan tiba di bandara depati amir, Rabu (1/7/2016) sekitar pukul 14.15 WIB. Kedatangan orang nomor satu di republik ini akan disambut Gubernur Babel, Pangdam II Sriwijaya, Kapolda masing-masing beserta istri, dan disambut tari sekapur sirih dan pengalungan kain cual.

Setelah selesai, rombogan presiden stirahat sejenak diruang tunggu utama, dilanjutkan pukul 14.25 WI, Presiden bersama Istri didapingi gubernur menuju Groundbreaking didesa air anyir.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved