Breaking News

ISIS Bakar Hidup-hidup Belasan Gadis Yazidi Lantaran Menolak Berhubungan Seks

Seorang saksi mata, seperti dikutip ARA News, mengatakan, para gadis itu dibakar hidup-hidup di depan ratusan orang yang menonton kekejaman tersebut.

Tayang:
Daily Mail
Gadis Gadis Yazidi Korban Kekerasan Seks Kelompok ISIS Jalani Operasi Keperawanan 

“Dia untuk dijual. Kepada semua bros (rekan-rekan sejawat) yang ingin membeli budak, yang satu ini seharga 8.000 dollar (AS),” tulis Almani di akun Facebook pribadinya.

Jika dikonversikan ke nilai rupiah pagi ini, maka 8.000 dollar AS setara dengan sekitar Rp 109,2 juta – kurs satu dollar AS terhadap rupah ialah Rp 13.645,35.

Gambar kedua, yang diunggah ke Facebook yang sama, ialah seorang gadis muda dengan wajah pucat dan mata merah, yang juga dijual dengan harga yang sama.

Dalam beberapa jam kemudian, dua foto gadis Yazidi itu hapus oleh Facebook, seperti dilaporkan oleh Daily Mirror.

Apakah militan ISIS itu menjual gadis-gadis miskin untuk dirinya sendiri atau atas nama kelompok, adalah teka-teki yang masih belum bisa diketahui.

Almani diyakini pejuang ISIS asal Jerman yang tinggal di Raqqa, ibukota de facto ISIS atau yang lazim disebut mereka sebagai pusat kekhalifahan. Raqqa terletak di Suriah utara.

Kelompok jihadis tersebut mengalami kemunduran serius dalam soal pendanaan setelah terus digempur oleh koalisi Amerika Serikat di satu sisi, dan koalisi Rusia di sisi lain.

Namun, selain memerangi ISIS, koalisi Rusia juga banyak menarget kelompok oposisi moderat, yang didukung oleh AS.

Pada Agustus 2014, ratusan perempuan Yazidi ditangkap dan dibawa sebagai budak seks ketika kota Sinjar, yang menjadi basis mereka, diserbu militan ISIS militan.

Selain menculik perempuan muda dan dewasa, ISIS membantai pria dewasa dan anak-anak.

Dibakar hidup-hidup

Kebrutalan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terhadap kaum hawa kembali terbongkar.

Anggota Sekjen PBB untuk Kejahatan Seksual, Zainab Bangura, membeberkan anggota ISIS kerap menelanjangi tawanan gadisnya dan melakukan tes keperawanan.

Lalu, para gadis tersebut dikirimkan ke tempat pelelangan budak setelah gerilyawan ISIS menyerang desa serta membunuh sanak keluarganya.

ISIS memilih perawan yang paling cantik di antara para wanita yang ditangkap, lalu mengirimnya ke Suriah untuk dijadikan budak seks.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved