Ketakutan Dihantui Mimpi Buruk, Pembunuh Bercadar Ini Menyerahkan Diri

Alasan mereka menyerahkan diri karena dihantui rasa bersalah yang teramat besar.

Tribunnews
Ilustrasi 

POSBELITUNG.COM, GIANYAR - Lima pria yang mengaku sebagai aktor terbunuhnya Dewa Gede Artawan (31) menyerahkan diri ke Polsek Sukawati, Gianyar, Bali, Selasa (7/6/2016) pukul 22.45 Wita.

Mereka menyatakan diri sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap pembantaian Artawan di Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, pada Jumat (3/5/2016) lalu.

Tiga dari mereka menyebut sebagai orang-orang yang memakai cadar dalam aksi keji itu.

"Benar, lima orang yang mengaku pelaku datang dengan maksud menyerahkan diri," ujar Kapolres Gianyar, AKBP Waluya, kepada Tribun Bali di Mapolres Gianyar, Rabu (8/6/2016).

Malam itu, PM (32), EA (30), KJ (22), SA (23) dan BA (24) datang didampingi seorang pengacara.

Mereka juga menyerahkan barang bukti berupa dua bilah pedang yang digunakan untuk menebas dan menusuk tubuh Artawan hingga tewas bersimbah darah.

Alasan mereka menyerahkan diri karena dihantui rasa bersalah yang teramat besar.

Rasa itu terus muncul hingga terbawa mimpi dan mengusik batin mereka.

Salah-satu dari lima orang itu tidak tahan merasa terus dikejar dosa, sehingga mengajak pelaku lainnya menyerahkan diri sebelum polisi yang menangkap mereka.

"Mengapa kalian menyerahkan diri?" tanya Kapolres Gianyar kepada lima pelaku.

"Kami bermimpi buruk. Kami dibayang-bayangi rasa bersalah. Kami sadar, maka dari itu kami menyerahkan diri," kata Waluya menirukan jawaban mereka.

Kapolres lantas membeberkan kronologi pembunuhan versi pihak terduga pelaku yang menyerahkan diri itu.

Mereka mengaku tersulut emosi saat Artawan melayangkan makian setelah terlibat serempetan kendaraan di jalan raya Batuan.

"Menurut keterangan versi mereka, motifnya karena tidak terima dimaki setelah terjadi serempetan," ujar Waluya.

Percekcokan ini terjadi di jalan raya Batuan setelah para terduga pelaku pulang dari arena judi tajen di kawasan Kemenuh, Sukawati.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved