Tour de Java

Datanglah ke Gua Buniayu, Sukabumi, Rasakan Sensasi Empat Jam Berada di Perut Bumi

Jika Anda mengidamkan sebuah perjalanan penuh tantangan yang berbeda, kegiatan ini akan sangat pas untuk dijajal.

Tayang:
Tribunnews.com/Irwan
Gua Buniayu 

Gua Cipicung dianggap mampu mewakili keindahan cave system di kawasan Asia Tenggara.

Tak heran, ragam gugusan batuan kapur yang terbentuk begitu memukau, sekaligus menantang Anda untuk menaklukkannya.

Sembari memanjat, menuruni, dan menyelinap di antara bebatuan, ribuan stalaktit dan stalakmit mengintai di berbagai sisi.

Anda tentu haruslah menjaga agar helm di kepala tak menebas juntaian stalaktit atau tangan dan kaki tak khilaf mematahkan stalaktit serta stalakmit.

Sebab, dibutuhkan waktu setahun untuk mereka tumbuh sepanjang satu milimeter saja.

Aliran air tak lupa menjadi kawan dalam perjalanan lantaran sebagian jalur penjelajahan dilewati sungai.

Air yang mengalir tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa oksigen masih tersedia secara baik di dalam sana.


Menjelajahi Gua Buniayu, Sukabumi. (Tribunnews.com/Irwan)

Kedalaman air beragam, mulai dari setinggi mata kaki hingga sebatas dada orang dewasa.

Tak perlu takut bahaya gigitan hewan berbisa mengancam, sebab tak seekor ular pun akan bertahan hidup dalam gua.

Tentu ada beberapa jenis hewan yang hidup dan dapat ditemui dalam gua tersebut.

Mereka, antara lain kelelawar, jangkrik buta, laba-laba, dan udang purba.

Jangkrik buta memiliki antena yang panjang.

Sementara itu, udang purba berwarna merah muda dan berwujud amat mini, seperti kaki seribu kecil sepanjang satu sentimeter.

Tiba di sebuah tempat dengan sungai setinggi betis dan bantaran bebatuan di satu sisi, Anda akan menikmati sensasi piknik yang sungguh nikmat.

Sembari beristirahat, Anda akan disuguhi secangkir kopi atau teh hangat serta makanan ringan oleh para pemandu.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved