Operasi Pasar di Kantor Camat Manggar Sepi Pengunjung, Ternyata Ini Penyebabnya
Gelaran operasi pasar ramadan 1437H di halaman depan Kantor Camat Manggar, Kabupaten Beltim, Selasa (21/6) tampak sepi peminat.
Penulis: Dedi Qurniawan |
Laporan wartawan Pos Belitung, Dedy Qurniawan
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Gelaran operasi pasar ramadan 1437H di halaman depan Kantor Camat Manggar, Kabupaten Beltim, Selasa (21/6) tampak sepi peminat.
Dimulai sejak pukul 9.30 WIB, hingga satu jam operasi pasar dibuka, persediaan paket bahan pokok yang berisi lima kilogram beras, dua kilogram gula, dan dua liter menyak goreng ini, masih tampak sepi pembeli.
Tak tampak antrean yang padat pada operasi pasar tersebut setelah operasi pasar berlangsung sekitar satu jam. Tumpukan puluhan kresek paket seharga Rp 95 ribu tersebut masih tampak menumpuk di bawah tenda.
Pantauan Pos Belitung di lapangan, ada sejumlah warga yang kemudian diketahui urung membeli paket bahan pokok murah ini. Pasalnya, setelah dihitung-hitung secara kasar, harga yang ditawarkan tidak jauh berbeda dengan harga yang ada di pasaran.
Berdasarkan asusmsi warga dan pengamatan Pos Belitung, harga beras pada operasi pasar tersebut adalah seharga Rp 11 ribu per kilogram, gula seharga Rp 15 ribu per kilogram, dan Rp 24 ribu per dua liter minyak goreng. Harga-harga ini adalah harga barang serupa di pasaran.
Totalnya adalah sekitar Rp 110 ribu atau ada selisih Rp 15 ribu lebih mahal dibandingkan lebih harga paket tersebut.
Mereka mengaku keberatan dengan harga dan kualitas bahan pokok yang dijual. Khususnya beras.
Adapun hitung-hitungan warga, mereka biasa membeli beras kemasan lima kilogram merek Top atau Permata dengan kualitas yang dinilai lebih baik, dengan harga Rp 60 ribu per lima kilogram. Kualitasnya diklaim lebih baik dari beras yang dijual di operasi pasar.
"Itu (yang dijual pada operasi pasar murah) beras yang bukan kemasan. Biasanya harga beras Bulog itu Rp 10 sampai Rp 11 ribu per kilogram di pasar. Ada beras kemasan 5 kg yang lebih baik, harganya sekitar Rp 60 ribu," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga Desa Lalang Jaya, Ratna (67), berpendapat beras yang dijual pada operasi pasar Ramadan 1437 H itu adalah beras yang seharusnya dijual seharga Rp 10 ribu hingga Rp 11 ribu di pasaran.
Setelah dihitung-hitung menurut harga normal, dari total paket tersebut, Ratna hanya merasa diuntungkan sebesar Rp 5 hingga Rp 8 ribu
"Mending beli di pasar memang. Berasnya bukan beras Bulog," kata Ratna.
Hingga pukul 13.00 WIB, dari 2250 paket yang menjadi jatah untuk Kecamatan Manggar, hanya sekitar 600 diantaranya yang laku dibeli masyarakat.
Ribuan kresek berisi paket itu pun ditumpuk di satu dari sejumlah ruangan Kantor Camat Manggar.
*Apa kata Diskoperindag Beltim? selengkapnya dapat diikuti di edisi cetak Harian Pagi Pos Belitung, Rabu (22/6/2016) besok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/paket-sembako_20160621_201339.jpg)