Mengerikan Dibalik Sosok Religius Ternyata Pembuat Vaksin Palsu, Netizen Sebut Itu Teroris Sejati
Netizen geram, postingan foto pelaku, rumah dan mobil mewah jadi viral. Hujatan membanjiri media sosial.
POSBELITUNG.COM, - Tertangkapnya pasangan suami istri Hidayat Taufiqurahman dan Rita Agustin, pembuat vaksin palsu membuat gempar di media sosial.
Pasutri yang tinggal di perumahan mewah Perumahan Kemang Regency, RT 9/RW 5, Jalan Kumala 2, Nomor M29, Bekasi Timur, Kota Bekasi diringkus polisi pada Rabu (22/6/2016) lalu.
Netizen geram, postingan foto pelaku, rumah dan mobil mewah jadi viral, Minggu (26/6/2016) Hujatan bagai membanjiri media sosial, terlebih sosok dari pembuat vaksin palsu ini dikenal relegius.
Efeknya hingga kini linimasa media sosial dijejali dengan informasi seputar pasutri ini. Netizen mengaku miris dengan perilaku pasangan ini, kenapa demikian tega memalsukan vaksin yang tentu saja merusak generasi anak-anak.
Berbagai cercaan bermunculan, mulai dari kata-kata sadis, teroris sejati, tak punya hati hingga berbagai kata-kata kutukan lainnya.
Netizen pun mengaku jengah setelah mengetahui fakta-fakta yang bikin ngilu.
Produksi vaksin sejak 2003, pelaku pamer rumah dan mobil mewah dan informasi yang didapatkan pasutri ini terkenal religius.
Di mata tetangga pasutri ini dikenal baik dan si pria rajin beribadah.
"Kemewahan, kesantunan, religius di atas penderitaan orang lain. Memuakkan..."
Demikian tulis netizen Wahyu Widayat.
"Sepasang Psikopat, korbannya bayi dan anak2," tulis akun dengan nama Suma Aji Swasana.
Netizen lainnya Nina Budiono juga membagikan foto sosok pelaku, rumah serta mobil mewah pelaku sambil menulis," Ngene iki lho sing jenenge teroris sejati...
#medeni_cak (seperti ini yang namanya teroris sejati, menakutkan teman)."
Masih banyak hujatan netizen lainnya mengingat dampak yang didapatkan sangat mengerikan.
Dampak mengerikan
Seperti dikutip dari Kompas.com, muncul keresahan dari banyak orangtua setelah terungkapnya pemalsuan vaksin ini.Apa akibatnya jika anak mendapat vaksin palsu?
Vaksinolog dr Dirga Sakti Rambe, M.Sc-VPCD mengungkapkan, risiko terberat adalah analah anak terkena infeksi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/vaksin-palsu_20160626_171222.jpg)