Ini Perdebatan Rossi Dengan Marquez Soal Penggunaan Radio Komunikasi
Kebingungan pebalap dalam pergantian ban di Sirkuit Sachsenring, Jerman menghidupkan kembali pedebatan tentang komunikasi via radio.
POSBELITUNG.COM - Kebingungan pebalap dalam pergantian ban di Sirkuit Sachsenring, Jerman menghidupkan kembali pedebatan tentang komunikasi via radio seperti dalam balapan Formula 1.
Dikutip dari Crash, Kamis (21/7/2016), radio harus diizinkan untuk MotoGp agar tidak membingungkan pebalap saat masuk pit.
Pebalap Movistar Yamaha Valentino Rossi menganggap komunikasi itu perlu diterapkan di MotoGP.
Penggunaan papan pit kadang-kadang sulit dipahami.
"Misalnya saat balapan di Assen, jika mereka mengatakn saya memiliki keuntungan dua detik, saya akan memperlambat dan saya bisa menghindari kesalahan itu," kata Rossi.
Rossi mengaku tidak mengerti kenapa komunikasi via radio tidak dipergunakan di MotoGP.
Pebalap bernomor 46 itu mengira kemungkinan biaya dalam menggunakan radio terlalu mahal untuk diterapkan.
"Ini memang bukan F1, tapi akan lebih mudah jika kita bisa kontak langsung dengan pit via radio," kata Rossi.
Menolak Radio
Sementara itu pebalap Repsol Honda Marc Marquez dan Cal Cruthlow menolak penggunaan radio untuk memperlancar komunikasi pit dengan pebalap MotoGP.
Marquez merasa radio akan mempersulit pebalap saat berpacu dengan pebalap lainnya.
"Saya tidak bisa membayangkan apa yang terjadi saat berada di kecepatan 200 mil perjam dan seseorang bicara, ini bukan mobil tidak ada jalan untuk radio itu," kata Marquez.
Marquez mengatakan pebalap hanya butuh rencana yang matang untuk mengatasi kebingungan saat perintah masuk pit datang.
Rencana itu harus disusun sebelum perlombaan dimulai.
Senada dengan Marquez, pebalap LCR Honda Cruthlow, menganggap komunikasi via radio bukanlah rencana yang baik di MotoGP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/radio-komunikasi_20160721_214903.jpg)