Kabar Adanya Oknum Pejabat di Balik Freddy Budiman Masih Teka-teki, Ini Reaksi Netizen

Kesaksian terpidana mati Freddy Budiman terkait adanya oknum pejabat yang terlibat dalam sepak terjangnya, menuai reaksi dari pengguna media sosial.

KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERA
Terpidana mati kasus narkoba Freddy Budiman (38) tengah difoto oleh warga saat menghadiri rilis pengungkapan kasusnya. Dia masih mengendalikan peredaran narkoba dari dalam lapas. Rilis kasus Freddy diadakan di salah satu gudang miliknya di Mutiara Taman Palem, Jakarta Barat, Selasa (14/4/2015). 

POSBELITUNG.COM - Kesaksian terpidana mati Freddy Budiman terkait adanya oknum pejabat yang terlibat dalam sepak terjangnya, menuai reaksi dari pengguna media sosial.

Kesaksian Freddy itu berdasarkan cerita dari Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar, yang diposting di fanpage resmi milik Kontras di jejaring sosial Facebook.

Banyak komentar yang berdatangan usai TRIBUNNEWS.com mengunggah berita berjudul 'Beredar, Kesaksian Mengejutkan Freddy Budiman Soal Keterlibatan 'Orang Kuat' dalam Kasusnya'.

Reaksi yang paling banyak terlihat adalah rasa penasaran para pengguna Facebook tentang identitas 'orang kuat' alias oknum penegak hukum yang dimaksud Freddy dalam kesaksiannya.

Komentar dari Benny Saleem, misalnya, "Saya percaya pernyataan Freddy Budiman tervonis hukuman mati, karena bagi dia sudah nggak berguna kasusnya ditutup-tutupi toh akhirnya akan mati juga, yang jadi jadi masalah ini ba*****n pejabat yang ikut melindungi jalanya penyelundupan ini. Saya sebagai anak bangsa yang cinta Tanah Air sangat miris setelah tahu informasi seperti ini. Yang disayangkan kenapa Freddy nggak menceritakan nama-nama siapa pejabat yang terlibat?"

Setali tiga uang dengan komentar yang dilontarkan akun pengguna Facebook bernama Ziwox Putune Minakjinggo.

"Sekarang udah era keterbukaan, langsung sebut saja namanya. Siapa orang kuat itu, apa Samson, Hulk atau Batman sekalipun, jangan ditutupi atau jangan-jangan ini hanya rekayasa ente sendiri atau justru ada yang manfaatin dalam masalah ini. Sebut saja," tulis Ziwox.

Namun, komentar beberapa pengguna media sosial seolah menjawab soal alasan Freddy enggan membeberkan identitas oknum penegak hukum.

Ariyanti Prasetyo, misalnya, yang menduga Freddy ingin melindungi keluarganya dengan tidak menyebutkan secara gamblang nama oknum tersebut.

"Mungkin Freddy enggan menyebut nama-nama pejabat yang terlibat jauh dengan kasusnya ini, bisa jadi keluarganya yang terancam keselamatannya.WALLOHU ALAM," tulis Ariyanti.

Dalam kesaksian mengejutkan tersebut, tertulis Freddy membeberkan peran dan keterlibatan para penegak hukum di balik sepak terjangnya.

Berikut tulisan kesaksian yang diunggah oleh Kontras:

'Cerita Busuk dari seorang Bandit'

Kesaksian bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)

Di tengah proses persiapan eksekusi hukuman mati yang ketiga di bawah pemerintahan Joko Widodo, saya menyakini bahwa pelaksanaan ini hanya untuk ugal-ugalan popularitas.
Bukan karena upaya keadilan.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved