Eksekusi Mati
Terpidana Mati Sudah Tiada, Ternyata Tidak Bersalah
Bahkan, Christie juga membunuh istrinya sendiri dan lima wanita lain. Akhirnya, tahun 1966 Evans mendapat pengampunan meski sudah tiada.
POSBELITUNG.COM - Kisah penghapusan hukuman mati di Inggris pada tahun 1965 lalu, menyimpan kisah pilu semacam itu.
Seorang artis lawas asal Inggris, Ewan MacColl, mengabadikan kisah tragis itu dalam sebuah lagu yang banyak terdengar dalam beragam program teve maupun film dokumenter.
Ewan mendendangkan lirik yang sangat satir They sent Tim Evans to the drop for a crime he did not do / It was Christy was the murderer and the judge and jury too.
Lima belas tahun sebelum hukuman mati dihapuskan di Inggris, seorang penderita polio di daerah South Wales, Timhoty Evans, meregang nyawa di tiang gantungan. Ia dituduh membunuh istri dan anaknya sendiri yang masih bayi.
Namun, setelah 16 tahun Evans menghembuskan nafas terakhirnya, muncul fakta yang mengejutkan.
Dalam sebuah penyidikan kasus pembunuhan lainnya, ditemukan bahwa ternyata seorang pembunuh berantai John Reginald Halliday Christie, adalah orang yang seharusnya bertanggung jawab atas kematian istri dan anak Evan.
Bahkan, Christie juga membunuh istrinya sendiri dan lima wanita lain. Akhirnya, tahun 1966 Evans mendapat pengampunan meski sudah tiada.
Kasus salah hukum terkait pidana mati juga terjadi di Amerika Serikat.
Pada tahun 2000 lalu, Claude Jones dieksekusi karena dianggap melakukan pembunuhan pada tahun 1989.
Ia dituduh menembak mati seorang pemilik kedai minuman bernama Allen Hilzendager di Texas.
Claude ditangkap karena tidak ada seorang pun saksi mata yang melihat wajah pelaku penembakan itu.
Penangkapan itu hanya bermodal keterangan dari tiga anggota komplotan pelaku perampokan di lokasi kejadian yang mengarah pada Claude.
Sementara itu, pada saat kejadian Claude sedang ada di dalam mobil yang terparkir di dekat lokasi pembunuhan.
Ketiga perampok justru bebas dari dakwaan mati dan Claude yang mendapat hukuman itu.
Kemudian, di tempat kejadian perkara ditemukan sehelai rambut yang jatuh. Terbukti, tes DNA menunjukan bahwa pelaku penembakan itu bukan Claude.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/tembak-mati_20160731_123659.jpg)