'Galau' Habis Uang di Kafe, Lelaki Ini Satroni Rumah Polisi, Lihat Akibatnya

Jahrani masuk rumah Bambang lewat jendela samping rumah saat tuan rumah tidur pulas. Ia berhasil membawa kabur satu unit HP.

Tayang:
Penulis: Disa Aryandi |
ISTIMEWA
Ilustrasi mencuri 

POSBELITUNG.COM, BELITUNG - Jahrani (30), warga Pulau Seribu yang bermukim di Jalan Hayati Mahim, Kawasan Stadion Pangkallalang digelandang ke Polres Belitung.

Ia tepergok saat menyatroni rumah Aipda Johan Effendi, seorang bintara polisi Polres Belitung di kawasan Desa Dukong, Kecamatan Tanjungpandan, Kamis (4/8) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

Sebelum tertangkap, Jahrani sempat melakukan aksi serupa di rumah Bambang Wijonarko (44) yang merupakan tetangga Aipda Johan Effendi, di Desa Dukong, Kamis (4/8) dini hari.

Jahrani masuk rumah Bambang lewat jendela samping rumah saat tuan rumah tidur pulas. Ia berhasil membawa kabur satu unit HP.

"Tidak tau aku itu rumah polisi, taunya aku ngambil barang terus aku pergi. Aku pergi ke situ (rumah Aipda Johan-red) jalan kaki, habis dari kafe cuma sendiri lah," kata Jahrani kepada Pos Belitung, Kamis (4/8).

"Langsung masuk lah aku, jendela nya tidak dikunci. Orang yang punya HP waktu itu masih tidur. Setelah dapat HP aku keluar, terus aku masuk ke rumah bapak itu (Aipda Johan Effendi-red). Di rumah bapak itu aku cuma dapat sandal dan sepatu," katanya lagi.

Menurutnya, ia mencuri lantaran tidak memiliki uang. Setelah pulang dari tempat hiburan malam (THM), uangnya sudah habis. "Tidak ada duit lagi. Itu saja aku pulang jalan kaki," kata Jahrani sambil merundukan kepala.

Jahrani ditangkap Aipda Johan Effendi di persimpangan jalan Gang Cengkeh, Gunung Payung, Kelurahan Pangkallalang. Saat itu pelaku membawa barang hasil curian dan hendak pulang ke kediamannya.

Johan bersama dua orang tetangganya sempat kehilangan jejak Jahrani. Johan dengan mengenarai sepeda motor mencari pelaku pencurian di rumahnya ini hingga persimpangan terminal. Karena tidak ketemu, ia berbalik arah kembali ke Desa Dukong.

"Ketemunya dia masih jalan kaki mau pulang. Kebetulan kami lihat itu, orang ini cocok pakaiannya, tinggi badannya dengan orang yang masuk rumah kami itu," kata Johan Effendi, Kamis (4/8).

Awalnya Johan hanya memperhatikan ulah Jahrani saat masuk ke rumahnya. Kebetulan saat itu Johan baru selesai menonton siaran televisi belum tidur. Johan curiga dengan bunyi aneh di dalam rumahnya.

Karena penasaran, ia langsung mengintai sumber suara tersebut dari celah jendala bagian belakang ke diamannya. Saat itu pelaku hendak membuka kunci jendela samping kiri dengan menggunakan jari.

"Tapi terhalang tralis. Itu terus aku intai, langsung dia ke belakang rumah ngambil barang yang dicuri itu. Awalnya aku kira itu hantu, tapi setelah dia berbalik badan, ini sih orang mau mencuri dalam hati aku," katanya.

Setelah mengambil barang di rumah, polisi ini lantas bersiap dan keluar rumah untuk menemui pelaku. Sekitar 50 meter dari rumah, Johan sempat bertemu dengan tetangganya dan menayakan tentang orang tersebut.

"Terus ada tetangga itu bilang, ada tadi orang minta antar pulang naik ojeg, tapi masih jalan kaki. Nah itu langsung kami kejar bertiga," katanya.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved