Ternyata Ini Penyebab Smartphone Android Boros Baterai
Ada penyebab-penyebab tertentu yang bisa berkontribusi pada borosnya pemakaian baterai oleh smartphone.
Terlalu banyak widget
Widget yang ditaruh di homescreen memang berguna sebagai jalan pintas untuk menampilkan berbagai macam hal, tapi kalau terlalu banyak juga berpotensi memenuhi layar dan memboroskan daya.
Periksalah widget mana yang tidak terlalu dibutuhkan, lalu non-aktifkan. Langkah ini seharusnya bisa sedikit membantu menghemat pemakaian baterai.
Mode power saving tak dinyalakan

Sejak OS versi 5.0 (Lollipop), sistem operasi Android sudah menyertakan fitur penghemat baterai “power saving” yang akan diaktifkan saat kapasitas baterai mencapai angka 15 persen.
Mode khusus ini mengirit pemakaian daya dengan mematikan animasi, sinkronisasi di background, dan mengurangi kecerahan layar.
Meski seharusnya sudah aktif secara default, ada baiknya memastikan bahwa opsi untuk mengaktifkan power saving secara otomatis sudah terpilih.
Beberapa pabrikan seperti Samsung dan Huawei menyediakan mode penghemat data tambahan yang bisa mengirit baterai lebih jauh dengan mematikan hampir semua fungsi perangkat kecuali yang paling dasar, yakni telepon dan pengiriman pesan singkat (SMS).
Kecerahan layar terlalu tinggi

Komponen ponsel yang paling banyak mengonsumsi daya adalah layar, apalagi bila tingkat kecerahannya (brightness) diatur terlalu tinggi.
Semua smartphone memiliki fitur pengendali kecerahan layar secara otomatis, namun pengaturannya tak selalu tepat.
Nah, pengguna bisa mengatur sendiri tingkat kecerahan dengan mematikan opsi “auto” yang biasanya tersedia di samping slider brightness layar.
Untuk menghemat baterai, sebaiknya atur tingkat kecerahan ke level yang rendah tapi masih nyaman di mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/baterai_20160821_123858.jpg)