Pemda Kesulitan Perbaiki Akses Jalan yang Rusak, Padahal Sangat Diperlukan, Ternyata Ini Alasannya

Meski banyak yang rusak, jalan-jalan ini tak bisa diperbaiki karena status kawasan hutan. Sementara di sisi lain, akses jalan sangat diperlukan...

Pemda Kesulitan Perbaiki Akses Jalan yang Rusak, Padahal Sangat Diperlukan, Ternyata Ini Alasannya
Pos Belitung/Dede Suhendar
Ilustrasi - Kondisi Jalan Murai, Desa Aik Rayak yang tembus menuju Desa Air Merbau rusak. 

MANGGAR, POS BELITUNG - Ada total sekitar 120 kilometer jalan yang tersebar di 20 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Belitung Timur (Beltim) masuk kawasan hutan.

Meski banyak yang rusak, jalan-jalan ini tak bisa diperbaiki karena status kawasan hutan.

Sementara di sisi lain, akses jalan yang berada dalam kawasan tersebut sangat diperlukan masyarakat.

Demikian hal yang mencuat pada sosialisasi Analisi Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) oleh konsultan amdal, PT Sarana Perencana Jaya Dinas di kantor Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), Senin (10/10).

PT Sarana Perencana Jayta adalah konsultan amdal tersebut.

"Ada existing jalan-jalan lama yang termasuk dalam kawasan, baik hutan lindung maupun hutan produksi. Misalnya jalan (arah, red) Mudong, Gunong Duren yang tembus sampai ke Jangkang," ungkap Konsultan PT Sarana Perencana Jaya, Kelik Purwanto kepada wartawan di sela acara.

Kelik mengatakan kondisi jalan-jalan yang berada dalam kawasan banyak mengalami kerusakan.

Di sisi lain, perbaikan tidak memungkinkan karena alasan peruntukan kawasan.

Menurutnya, jalan-jalan ini ebenarnya dapat diupayakan melalui sistem pinjam pakai.

"Ada yang jalannya mulai rusak. Pemda tidak bisa banyak berbuat. Tapi dengan proses pinjam pakai, maka kita akan urus ke Kementerian dan harus dilengkapi dengan amdal," sebutnya.

Halaman
12
Editor: aladhi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved