Breaking News:

Pilkada Babel 2017

Ribuan Suara di Beltim Terancam Hilang dalam Pilgub, Ini Penyebabnya!

sekitar 4.000 pemilih terancam tak memiliki hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pilkada Babel) 2017.

internet
Ilustrasi surat suara 

MANGGAR, POS BELITUNG - Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Belitung Timur (KPU Beltim) memperkirakan, sekitar 4.000 pemilih terancam tak memiliki hak suara pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pilkada Babel) 2017.

Mereka diketahui belum membuat atau merekam Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Angka 4000-an itu adalah bagian dari 83 ribu penduduk Beltim yang dinyatakan wajib memiliki e-KTP berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Seandainya ini tidak ditindaklanjuti, bisa-bisa ribuan penduduk ini tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Angka ini berdasarkan semester I atau bulan Juni lalu, memang masih dinamis, karena Disdukcapil Beltim juga sedang mengupayakan jemput bola terhadap angka ini," kata Ketua KPU Beltim Pirmawan kepada Pos Belitung, Rabu (19/10).

Pihaknya, lanjut Pirmawan, mengimbau warga yang belum merekam e-KTP agar segera dan proaktif. KPU juga mengajak seluruh stakeholder di pemerintahan juga ikut mengimbau seluruh warga terkait hal ini.

"Ini agar hak pilih itu tidak hilang. Misalnya, bagi warga yang jauh di pulau misalnya, kalau kebetulan sedang berada di Manggar, ya bisa diajak untuk mengurus e-KTP atau surat keterangan dari disdukcapil. Kami menghindari agar jangan sampai dekat pemilihan baru membludak baru mau mengurus ini, mumpung waktu masih panjang. Soalnya pakai KTP biasa saja tidak diakui sebagai pemilih," kata dia.

Selain itu, KPU Beltim juga melakukan pengecekan terhadap kepemilikan e-KTP pada proses pencocokan dan penelitan (coklit) pemutakhiran data pemilih yang telah berlangsung dari 8 September hingga 7 Oktober lalu.

Pada proses tersebut diketahui, ada instrumen coklit yang diisi oleh petugas.

Instrumen itni berisikan dua kategori keterangan yakni tentang pemilih sudah dan belum dapat dipastikan memiliki e-KTP.

Hasil faktual dalam rekap ini nanti akan direkap secara berjenjang hingga tingkat KPU kabupaten dan kemudian akan disampaikan ke Disdukcapil Beltim.

"PPS akan merekap ini mana pemilih yang sudah memiliki e-KTP atau yang belum. Setelah direkap KPU kabupaten, hasilnya akan disampaikan ke disdukcapil. Mereka yang mencocokkan apakah berdasarkan data kependudukan mereka memenuhi syarat, kalau tidak termasuk, ya akan dicoret dari daftar pemilih. Hasil penyisiran eKTP ini dalam proses coklit berdasarkan data faktual, artinya bisa saja angkanya tidak sama dengan angka dari disdukcapil, tapi tetap akan dicocokkan," beber dia.

Menurut Pirmawan, KPU Beltim akan menyelenggarakan rapat pleno rekapitulasi di tingkat PPS terkait hasil pemutakhiran pemilih pada 22-24 Oktober mendatang.

Proses ini akan dilakukan berjenjang hingga rekapitulasi tingkat KPU kabupaten. Proses berjenjang ini dinilai guna mendapatkan daftar pemilih yang mendekati 'bersih'

"Nanti akan ditetapkan menjadi Daftar Pemilih Sementara. Kami juga umumkan selama 10 hari untuk menerima masukan atau perbaikan dari masyarakat. Baik warga, partai politik, pengusung, kami menerima masukan dan perbaikan," ujarnya. (m3)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved