Perusahaan Raksasa Google Sangat Takut pada Wanita Cantik Asal China Ini, Ini Alasannya

Google bahkan mengaku telah menarik diri dari China. Hal ini karena mereka tak tahan...

The Dark Visitor
Xiao Tian, wanita asal Tiongkok yang ditakuti perusahaan Google 

POSBELITUNG.COM - Dunia hacker atau peretas di jagat maya adalah dunia yang didominasi oleh kaum lelaki.

Namun anggapan ini sepertinya dipatahkan oleh sekumpulan wanita ini.

Umurnya mereka masih sangatlah muda.

Dalam dunia retas, masih sulit menyeimbangkan posisi antara laki-laki dan perempuan.

Baca: Kronologi Ricuh Aksi 4 November, Pendemo Berniat Menginap di Depan Istana

Namun munculah sebuah grup peretas yang terdiri dari 6 orang.

Mereka menamai diri mereka sendiri dengan nama the Six Golden Flower.

Namun mereka berkembang begitu cepat, dan bertambah banyak.

Kemudian lahirlah sebuah tim bernama the China Security Team pada 12 Maret 2007.

Anggotanya sudah mencapai lebih dari 2.200 orang.

Baca: Kisah Seram Rumah Ini Banyak Ditemui di Internet, Ini Penuturan Penjaga Rumah

Tim peretas ini sudah banyak membuat orang-orang kagum.

Berasal dari China, orang-orang tersebut juga fokus pada ketua the China Security Team ini.

Ketuanya adalah seorang wanita yang lahir pada tahun 1989.

Namanya adalah Xiao Tian.

Ia banyak membuat para peretas laki-laki kagum.

"Saya ingin membuat dunia ini bisa menjadi tempat bagi perempuan," katanya dikutip dari Soldierx.

Baca: Istri Tercengang Lihat Isi Flashdisk, Alasan Suami Tak Menyentuhnya Selama 2 Menikah Tahun Terungkap

"Dunia hacker seakan merendahkan kemampuan wanita belakangan ini, jadi saya ingin mematahkan hal itu," sambungnya lagi.

Namun akhirnya kaum laki-laki mengakui kelebihan perempuan ini.

Apa pasal?

Ternyata, Xiao Tian berhasil meng-hack raksasa sebesar Google di negaranya, China.

Google bahkan mengaku telah menarik diri dari China.

Baca: Deretan Artis Indonesia Ini Punya Mobil Mewah dengan Harga Fantastis Layaknya Raffi Ahmad

Hal ini karena mereka tak tahan akan gelombang serangan hacker lewat berbagai hal.

Antara lain lewat Gmail dan banyak akun orang China di Amerika.

Efek peretas ini sudah membuat raksasa Google mundur dari China.

Dan sepertinya, China terus maju tanpa Google. (TribunnewsBogor.com/Tania Natalin)

Sumber: Tribun Bogor
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved