Kenakan Seragam Marinir, Pemuda 24 Tahun Ini Diciduk Saat Berkunjung ke Rumah Pacar
Dari foto yang beredar di kalangan jurnalis, tampak pria itu mengenakan kaus dan celana bercorak loreng yang diketahui merupakan khas TNI AL.
MANGGAR, POS BELITUNG - Seorang pria berinisial SH (24) harus berurusan dengan Pos TNI-AL Manggar, Belitung Timur.
Itu terjadi lantaran ia mengaku-ngaku sebagai anggota pelayaran Marinir TNI AL kepada teman wanitanya yang ia kenal melalui media sosial facebook dan memutuskan untuk kopi darat alias bertemu.
Pria yang mengaku sebagai warga Tanjungpandan itu pun sempat ditahan oleh Pos TNI AL Manggar usai diciduk di Desa Aik Madu, Kecamatan Simpang Renggiang, Belitung Timur.
Dari foto yang beredar di kalangan jurnalis, tampak pria itu mengenakan kaus dan celana bercorak loreng yang diketahui merupakan khas TNI AL.
Komandan Pos TNI AL Manggar Letda Dimun menuturkan, ulah marinir gadungan ini terbongkar lantaran orangtua pacar SH curiga saat melihat penampilan SH.
Kecurigaan itu pun dilaporkan kepada pihak terkait.
Dimun mengatakan ia bekerjasama dengan Danramil Manggar Mayor (Inf) Tri Joyo dan anggota Bhabhinkamtibmas setempat menjemput SH di rumah pacarnya itu.
Setelah dikonfirmasi, teman wanita SH mengatakan bahwa SH mengaku sebagai anggota pelayaran seperti marinir.
"Jadi memang pelaku tidak mengaku sebagai Anggota Marinir TNI AL," ujar Dimun kepada sejumlah wartawan, Jumat (9/12).
Atribut yang dikenakan SH sudah disita dan dia akan dipulangkan. SH ternyata adalah seorang buruh harian.
Dia mengaku bahwa seragam yang dikenakannya adalah pemberian rekannya dan tidak bermaksud disalahgunakan untuk aksi kriminal.
"Dia mengaku atribut tersebut diberi teman yang bekerja di pelayaran, dan tanda pangkat pada bajunya itu diminta di lepas, namun hingga diciduk pangkat di atribut itupun masih menempel," ujar Dimun.
Pihak keluarga teman wanita SH pun sudah menyelesaikan persoalan ini dengan cara berdamai.
Kedua belah pihak juga telah membuat perjanjian. SH juga disebut telah berjanji tidak akan melakukan perbuatannya lagi.
"Saya juga sudah berkoordinasi dengan pimpinan, bahwa ini sudah tidak lagi jadi masalah karena pelaku tidak melakukan tindak kejahatan atau memeras dan merugikan orang lain. Dan korban (teman wanita SH) pun mengaku hanya rugi perasaan," ujarnya. (m3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/letda-dimun_20161209_191553.jpg)